Kota Bima, Kahaba.- Puskesmas Mpunda menggagas inovasi pelayanan publik Gerakan Edukasi Masyarakat Peduli Antibiotik (GEMPITA), sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik secara bijak dan rasional. Inovasi tersebut disusun oleh tenaga kefarmasian Nurbaiti.
Nurbaiti menjelaskan, inovasi ini hadir sebagai respon terhadap masih tingginya penggunaan antibiotik yang tidak tepat di tengah masyarakat, seperti membeli antibiotik tanpa resep dokter, menghentikan pengobatan sebelum waktunya, menggunakan sisa obat, hingga berbagi antibiotik dengan orang lain.
“Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu resistensi antibiotik, yaitu keadaan ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga pengobatan menjadi lebih sulit, memerlukan waktu lebih lama, bahkan meningkatkan biaya pengobatan,” ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.
Kata dia, mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), resistensi antimikroba kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat di dunia. Karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya penggunaan antibiotik sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Melalui program GEMPITA sambungnya, Puskesmas Mpunda akan menggelar berbagai kegiatan edukatif, mulai dari penyuluhan kepada masyarakat, sosialisasi kepada petugas kesehatan dan kader, edukasi di Posyandu dan Posbindu, hingga publikasi melalui media sosial serta penyebaran media informasi seperti banner, poster, dan leaflet.
“Program ini menargetkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar, tumbuhnya kesadaran terhadap bahaya resistensi antibiotik, serta meningkatnya kepatuhan masyarakat menggunakan antibiotik sesuai resep tenaga kesehatan,” jelasnya.
Nurbaiti mengungkapkan, dalam jangka panjang, GEMPITA diharapkan mampu menekan penggunaan antibiotik yang tidak rasional, mengurangi risiko resistensi antibiotik, mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dalam penggunaan obat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan promotif dan preventif di Puskesmas Mpunda.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, inovasi ini juga diharapkan menjadi program unggulan Puskesmas Mpunda dalam mendukung Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sekaligus membantu Pemerintah Kota Bima meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan beban pembiayaan kesehatan akibat resistensi antibiotik.
“Pelaksanaan program GEMPITA dijadwalkan mulai berjalan sepanjang Juli 2026, diawali dengan koordinasi, penyusunan media edukasi, sosialisasi kepada petugas dan kader kesehatan, penyuluhan kepada masyarakat, edukasi di Posyandu dan Posbindu, publikasi melalui media sosial, hingga monitoring dan evaluasi program,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, melalui inovasi ini Puskesmas Mpunda berharap edukasi yang berkesinambungan dapat membangun budaya penggunaan antibiotik yang lebih bijak, sehingga masyarakat semakin sadar bahwa antibiotik hanya boleh digunakan sesuai indikasi medis dan resep tenaga kesehatan.
*Kahaba-01













