Kabar Kota Bima

Heboh di SDN 40 Kota Bima, Tumbler Siswa Ditemukan Berisi Kotoran Manusia

634
×

Heboh di SDN 40 Kota Bima, Tumbler Siswa Ditemukan Berisi Kotoran Manusia

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Peristiwa menjijikkan terjadi di lingkungan SDN 40 Kota Bima. Tumbler milik siswi inisial TY ditemukan berisi kotoran manusia usai kegiatan olahraga, pekan lalu.

SDN 40 Lewirato Kota Bima. Foto: Ist

Peristiwa tersebut diketahui ketika siswi itu merasa haus setelah mengikuti kegiatan olahraga. Saat hendak minum, justru mendapati isi tumblernya telah tercampur kotoran manusia. TY sontak kaget dan menangis.

Paman siswi tersebut, Ramli mengatakan keluarga mengetahui kejadian tersebut setelah keponakannya itu menceritakan apa yang dialaminya.

Keluarga kemudian meminta pihak sekolah bertanggung jawab dan mengusut kejadian tersebut, karena dinilai sebagai tindakan yang tidak pantas serta dapat berdampak terhadap kondisi psikologis siswa maupun citra sekolah.

“Masalah ini juga sudah saya sampaikan kepada instansi terkait, LPA dan lembaga DPR,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala SDN 40 Lewirato Hj Nurjanah membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari guru olahraga, tumbler berisi kotoran itu ditemukan setelah kegiatan olahraga selesai.

Saat TY hendak minum karena merasa haus, ia melihat kotoran di dalam tumbler. Guru kemudian membuang isi tumbler dan membersihkan botol minuman tersebut.

Beberapa jam setelah kejadian sambungnya, TY diizinkan pulang. Namun, tidak lama kemudian ia kembali ke sekolah bersama pamannya untuk menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan kepada pihak sekolah.

Nurjanah mengatakan, sekolah langsung melakukan pembicaraan internal dan berupaya menggali informasi untuk mengetahui siapa yang memasukkan kotoran ke dalam tumbler tersebut.

Namun hingga kini, pihak sekolah belum mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kami bersama jajaran guru terus mencoba menggali informasi untuk mencari siapa pelakunya, tetapi sampai saat ini belum berhasil,” katanya.

Selain melakukan penelusuran, pihak sekolah juga meningkatkan pembinaan kepada siswa. Sosialisasi diberikan agar seluruh siswa tidak melakukan perundungan maupun tindakan lain yang melanggar aturan dan etika di lingkungan sekolah.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan pembinaan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di lingkungan pendidikan,” pungkasnya.

*Kahaba-04