Kabupaten Bima

Bupati Bima Resmikan Layanan Cuci Darah, Pasien RSUD tak Lagi Dirujuk Keluar Daerah

84
×

Bupati Bima Resmikan Layanan Cuci Darah, Pasien RSUD tak Lagi Dirujuk Keluar Daerah

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabar baik untuk masyarakat Kabupaten Bima. RSUD Bima kini resmi memiliki layanan hemodialisa atau cuci darah, setelah fasilitas tersebut diresmikan Jumat 28 Agustus 2026.

Bupati Bima Ady Mahyudi saat meresmikan layanan cuci darah RSUD Bima. Foto: Ist

Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan terapi hemodialisa.

Dengan beroperasinya layanan tersebut, pasien tidak lagi harus menjalani rujukan ke luar daerah untuk mendapatkan layanan cuci darah.

Usai peresmian, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada manajemen RSUD Bima yang telah bekerja keras merealisasikan layanan hemodialisa tersebut.

Menurutnya, kehadiran layanan cuci darah merupakan wujud nyata perhatian pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis.

Bupati berharap layanan hemodialisa dapat menjadi salah satu layanan unggulan RSUD Bima. Namun, menurutnya, predikat tersebut tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas dan peralatan medis.

“Predikat sebagai layanan unggulan tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas. Harus dibuktikan melalui kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien, kedisiplinan serta kepuasan masyarakat,” tegasnya.

Ady juga berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Bima agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan.

“Teruslah memberikan pelayanan terbaik. Jaga integritas, jaga profesionalisme, jaga keselamatan pasien dan yang paling penting, jaga kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bima H Ihsan dalam laporannya menyampaikan, layanan hemodialisa telah didukung kesiapan infrastruktur, mesin hemodialisa serta tenaga medis yang telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kepada pasien.

Ia menegaskan, pelayanan hemodialisa tidak hanya bergantung pada ketersediaan mesin dan ruangan, tetapi juga membutuhkan sistem pelayanan yang baik, tenaga kesehatan kompeten serta koordinasi tim yang kuat.

“Pelayanan hemodialisa ini bukan hanya menyangkut tersedianya mesin dan ruangan. Aspek yang jauh lebih penting adalah kesiapan sistem, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien serta koordinasi tim dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.

Peresmian kemudian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung ruang layanan hemodialisa oleh Bupati Bima bersama jajaran.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, peralatan serta kenyamanan ruang perawatan bagi masyarakat yang nantinya menjalani terapi hemodialisa di RSUD Bima.

*Kahaba-01