Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima melepas rombongan relawan dan armada bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 28 Agustus 2026.
Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Pemerintah Kota Bima. Rombongan membawa bantuan logistik yang dihimpun dari masyarakat, pemerintah daerah, serta sejumlah organisasi dan OPD di Kota Bima.
Kepala BPBD Kota Bima A Faruk dalam laporannya menyampaikan, keberangkatan relawan merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Bima terhadap warga NTT yang terdampak bencana.
Menurutnya, gempa tersebut merupakan salah satu gempa terbesar yang berdampak di 5 kabupaten di NTT dan menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.
“Yang kita lakukan hari ini merupakan bentuk kepedulian. Kota Bima tercatat sebagai salah satu daerah penyangga, sehingga atas dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, kami dapat melakukan donasi dan mengirimkan bantuan,” ujarnya.
Faruk menyampaikan, dukungan datang dari masyarakat dan OPD dan organisasi profesi, dengan total sebesar ratusan juta akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan logistik yang belum tersedia di lokasi bencana.
Untuk mendukung mobilisasi bantuan, disiapkan 11 unit kendaraan, termasuk lima kendaraan off-road dari Indonesia Off-Road Federation (IOF) Bima.
Selain itu, rombongan juga diperkuat sekitar 20 orang dokter dan tenaga kesehatan dari organisasi profesi kesehatan yang siap memberikan dukungan pelayanan kemanusiaan.
“Rombongan akan diterima di Kabupaten Manggarai Timur,” katanya.
Faruk menambahkan, adapun bantuan utama yang dibawa dalam misi kemanusiaan tersebut di antaranya 5 ton beras dan berbagai kebutuhan logistik lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh relawan yang bersedia menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
“Bapak dan Ibu telah mengambil tugas mulia untuk membawa amanah bagi saudara-saudara kita di NTT yang tertimpa bencana gempa bumi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa Kota Bima juga pernah mengalami bencana besar, khususnya banjir 2016 yang sempat melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat. Saat itu, bantuan dari daerah-daerah terdekat menjadi dukungan penting bagi Kota Bima.
Karena itu, sebagai daerah penyangga, ia menilai Kota Bima harus menjadi salah satu daerah yang cepat memberikan respon ketika daerah lain tertimpa bencana.
“Saya hanya ingin titip pesan, jaga keselamatan diri dan tim relawan. Laksanakan tugas ini dengan keikhlasan dan tanggung jawab,” pesannya.
Ia juga meminta seluruh relawan berkoordinasi dengan baik, terutama dengan pemerintah daerah dan relawan lainnya di lokasi bencana.
“Dan yang terakhir, pastikan amanat ini sampai kepada penerima manfaat,” tegasnya.
*Kahaba-01













