Kabar Kota Bima

Dari Uang Siswa dan Guru, Dikpora Kota Bima Kumpulkan Puluhan Juta untuk NTT

1
×

Dari Uang Siswa dan Guru, Dikpora Kota Bima Kumpulkan Puluhan Juta untuk NTT

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Solidaritas masyarakat Kota Bima untuk korban gempa bumi di NTT terus mengalir. Kali ini, Dinas Dikpora Kota Bima berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp43.306.000.

Dinas Dikpora Kota Bima saat menyerahkan donasi untuk bencana NTT ke BPBD Kota Bima. Foto: Ist

Donasi tersebut dihimpun dari keluarga besar Dikpora, mulai dari guru hingga siswa jenjang SD dan SMP di Kota Bima. Bantuan kemudian diserahkan kepada Kepala BPBD Kota Bima A Faruk di Kantor BPBD setempat.

Plt Kepala Dikpora Kota Bima A Haris mengatakan, penggalangan donasi tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Wali Kota Bima, untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

“Dari lingkup Dikpora, kami menggalang dana secara internal, termasuk dari sekolah jenjang SD hingga SMP. Bantuan ini berasal dari siswa dan guru,” ujarnya.

Haris berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang terdampak gempa.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bima A Faruk menyampaikan apresiasi atas kepedulian Dikpora.

Ia menyebut, donasi Rp43,306 juta tersebut merupakan sumbangan terbesar yang diterima BPBD Kota Bima dari OPD.

“Kami mengapresiasi bantuan ini dan akan mengemban amanah dalam mendistribusikan seluruh donasi yang telah diberikan,” katanya.

Faruk menjelaskan, BPBD telah berkoordinasi mengenai kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT. Sebagian kebutuhan akan dipenuhi dalam bentuk barang, sementara lainnya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah air bersih. BPBD Kota Bima berencana menyewa truk untuk mengangkut air bersih ke posko pengungsian di wilayah Lamba Leda, Kabupaten Manggarai.

“Selain itu, bantuan juga akan digunakan untuk pengadaan tandon air yang ditempatkan di sejumlah masjid di wilayah Reo,” terangnya.

BPBD juga menyiapkan perangkat permainan anak sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak yang terdampak bencana.

“Terpal juga tidak lupa. Itu sesuai permintaan sebanyak 100 lembar,” jelas Faruk.

Ia memastikan seluruh penggunaan donasi akan dipertanggungjawabkan melalui laporan pertanggungjawaban (SPJ), sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara transparan dan sesuai kebutuhan.

*Kahaba-01