Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 456 siswa tingkat SD dan SMP sederajat mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Bima yang digelar Dinas Dikpora di SDN 01 Melayu, Rabu 14 Oktober 2026.
Plt Kepala Dikpora Kota Bima A Haris Kurniawan saat membuka kegiatan menegaskan, FTBI bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga upaya bersama untuk melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya bangsa.
“Lomba ini bukan hanya mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan gerakan dan komitmen kita bersama untuk melestarikan bahasa daerah yang harus dijaga,” ujarnya.
Menurut Haris, perkembangan teknologi dan digitalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, termasuk dalam menjaga identitas budaya lokal agar tidak tergerus zaman. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk mencintai, bangga, dan aktif menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kabid Dikdas Dikpora Kota Bima Ahmad Yani menyebutkan, terdapat 7 kategori lomba yang dipertandingkan, yakni tembang dali, menulis aksara Bima, menulis cerita Bima, mendongeng, puisi, pidato, dan stand-up comedy.
Peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain penampilan, suara, intonasi, ekspresi, penguasaan materi, dan penguasaan panggung.
“Peserta yang meraih juara I dan II akan memperoleh piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan, sekaligus mewakili Kota Bima pada FTBI tingkat Provinsi NTB.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap kecintaan terhadap bahasa daerah terus tumbuh di kalangan pelajar, sehingga bahasa Bima tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
*Kahaba-04













