Kabar Kota Bima

Puluhan Dosen UNSWA Bima Turun Aksi, Tuntut Gaji dan Rektor Mundur

137
×

Puluhan Dosen UNSWA Bima Turun Aksi, Tuntut Gaji dan Rektor Mundur

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Nggusuwaru (UNSWA) menggelar aksi protes di depan Gedung Rektorat UNSWA, Rabu 21 Januari 2026. Aksi tersebut dipicu kekecewaan para dosen akibat gaji yang belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

Para dosen UNSWA Bima saat aksi demonstrasi di kampus. Foto: Ist

Dalam aksi itu, para dosen membawa poster dan spanduk berisi tuntutan kepada pihak rektorat agar segera menunaikan kewajiban pembayaran gaji secara penuh dan tepat waktu.

Mereka menilai keterlambatan pembayaran tersebut telah berdampak serius terhadap kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, bahkan berpotensi mengganggu stabilitas proses akademik di lingkungan kampus.

Koordinator Aliansi Dosen UNSWA, Israfil menegaskan, aksi ini merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya dialog internal tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan persoalan ini, baik melalui rapat internal maupun petisi dosen. Namun hingga hari ini, belum ada kepastian terkait pembayaran gaji. Kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan,” tegasnya.

Israfil menjelaskan, meskipun hak normatif mereka belum terpenuhi, para dosen tetap menjalankan kewajiban akademik seperti mengajar, membimbing mahasiswa, melakukan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Situasi ini, menurutnya, mencerminkan lemahnya komitmen manajemen kampus dalam menjamin kesejahteraan tenaga pendidik.

Selain menuntut pembayaran gaji, Aliansi Dosen UNSWA juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain, di antaranya penguatan tata kelola keuangan kampus agar lebih efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.

Mereka juga meminta agar intervensi sepihak Ketua Yayasan dalam pengelolaan kampus dihentikan, serta mendesak agar Sekretaris Badan Penyelenggaraan (Yayasan) tidak lagi berkantor di lingkungan kampus.

Tak hanya itu, Aliansi Dosen juga mendesak Pembina Yayasan PIP untuk segera mengganti pengurus yayasan, serta meminta pihak rektorat untuk mundur dari jabatannya apabila tidak mampu memenuhi tuntutan dosen dan tenaga kependidikan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Rektor UNSWA Tasrif mengakui adanya permasalahan serius dalam pengelolaan keuangan kampus yang terjadi pada periode sebelumnya.

Ia juga menyatakan sepakat dengan sebagian besar tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Dosen.

“Apa yang disampaikan bapak dan ibu dosen adalah masalah kami juga. Itu pula yang sedang kami perjuangkan. Kami juga menginginkan agar Ketua Yayasan beserta kroni-kroninya diganti,” ungkapnya.

Aliansi Dosen UNSWA menegaskan, aksi serupa berpotensi kembali dilakukan apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan realisasi pembayaran gaji.

Mereka berharap pihak universitas dan yayasan dapat bersikap transparan, bertanggung jawab, serta segera mengambil langkah konkret demi menjaga iklim akademik yang sehat dan profesional.

*Kahaba-01