Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi infrastruktur di Dusun Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, menjadi sorotan warga. Jalan utama menuju dusun tersebut dilaporkan rusak parah dan hingga kini masih menyisakan sekitar 3 kilometer ruas yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Keluhan itu disampaikan salah satu pemuda Desa Sumi, Wawan Setiawan. Ia mengungkapkan, kerusakan jalan yang terjadi sejak 2005 membuat aktivitas masyarakat sangat terbatas, bahkan dalam situasi darurat sekalipun.
Peristiwa terbaru terjadi Rabu, 25 Februari 2026, saat seorang warga meninggal dunia dan hendak dimakamkan di TPU Desa Sumi.
Karena akses jalan tidak bisa dilalui mobil atau ambulance, warga terpaksa menggotong jenazah secara manual hingga ke titik yang memungkinkan kendaraan masuk.
“Kami berharap pemerintah mengetahui bahwa masih ada masyarakat di Kabupaten Bima yang hidup dengan kondisi seperti ini,” ujarnya saat menghubungi media ini, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurut Wawan, pemerintah sebelumnya telah melakukan pengaspalan bertahap, masing-masing sekitar 2 kilometer pada tahun 2023 dan 2024. Namun masih tersisa sekitar 3 kilometer jalan rusak berat yang harus melewati dua jembatan, sehingga sangat menyulitkan mobilitas masyarakat.
Selain persoalan jalan, warga Dusun Baku juga mengeluhkan belum tersedianya jaringan listrik. Saat ini, sebagian masyarakat hanya mengandalkan lampu tenaga surya mandiri yang dibeli secara swadaya.
“Di wilayah RT 4 RW 2 saja, tercatat lebih dari 200 kepala keluarga yang masih hidup tanpa layanan listrik permanen,” ungkapnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bima dapat segera mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jaringan listrik, agar pelayanan dasar dan kualitas hidup masyarakat di Dusun Baku dapat meningkat.
*Kahaba-01













