Kabupaten Bima

Berhasil Kendalikan Inflasi, Bupati Bima Raih Penghargaan Kemendagri

1
×

Berhasil Kendalikan Inflasi, Bupati Bima Raih Penghargaan Kemendagri

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabupaten Bima kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bupati Bima Ady Mahyudi menerima penghargaan dari Kemendagri pada ajang Kemendagri Awards Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Se-Nusa Tenggara dan Maluku, yang digelar di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Selasa malam 19 Mei 2026.

Bupati dan Wakil Bupati Bima menunjukkan apresiasi Kemendagri. Foto: Ist

Pada ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima berhasil meraih predikat Terbaik II kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten dan menerima trofi serta dana penghargaan sebesar Rp2 miliar.

Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bima dalam menjaga stabilitas inflasi melalui kebijakan yang dinilai konsisten, terukur, patuh dalam pelaporan, serta efektif dalam mendukung program pengendalian inflasi daerah.

Untuk kategori kabupaten, Terbaik I diraih Kabupaten Sumba Timur dengan hadiah Rp3 miliar, Terbaik II Kabupaten Bima sebesar Rp2 miliar, dan Terbaik III Kabupaten Maluku Tenggara dengan hadiah Rp1 miliar.

Sementara kategori pemerintah kota terbaik diraih Kota Tual, Maluku dan tingkat provinsi terbaik diraih Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Wakil Bupati H Irfan Zubaidy menyampaikan, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Bima dalam pengendalian inflasi yang terintegrasi dengan penanganan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima Hariman menjelaskan, program penurunan kemiskinan dilakukan melalui kolaborasi 16 perangkat daerah dan 21 puskesmas dengan dukungan 127 sub kegiatan dan total anggaran sebesar Rp248,2 miliar.

Program tersebut difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial seperti PKH, BPNT, PBI JKN, beasiswa dan BLT Desa, peningkatan pendapatan masyarakat melalui pelatihan, bantuan modal usaha, alsintan dan bantuan benih, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat.

“Berdasarkan capaian tahun 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Bima berhasil turun menjadi 12,59 persen atau menurun 0,32 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, angka kemiskinan ekstrem juga berhasil ditekan dari 2,04 persen pada tahun 2024 menjadi 0,41 persen di tahun 2025.

Pada sektor kesehatan, Pemkab Bima juga mengalokasikan anggaran Rp53,86 miliar untuk percepatan penurunan stunting melalui 13 perangkat daerah. Hasilnya, angka stunting yang ditargetkan 17,33 persen berhasil ditekan hingga mencapai 12,22 persen pada tahun 2025.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Bupati dan Wakil Bupati Bima turut didukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bima yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Bima Nomor 188.45/100/03.4 Tahun 2025.

Tim tersebut diketuai Sekda Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi dan Sekretaris Tim Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan,m bersama instansi vertikal dan perangkat daerah terkait.

*Kahaba-01