Kabupaten Bima, Kahaba.- Duka menyelimuti warga Desa Sumi setelah seorang petani bernama A Havid (50) ditemukan meninggal dunia, Selasa 24 Maret 2026. Peristiwa ini tak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga membuka kembali persoalan serius terkait buruknya infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi dari warga setempat Wawan Setiawan, pagi hari sekitar pukul 10.00 Wita, almarhum sempat pergi ke sawah untuk melihat kondisi padi sambil membawa pukat ikan. Sekitar pukul 12.00 Wita, ia kemudian melanjutkan aktivitas ke laut seorang diri untuk mencari ikan.
“Namun nahas, sekitar pukul 14.00 Wita, almarhum ditemukan warga lain yang juga melaut dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.
Almarhum diketahui merupakan warga asli Desa Sumi yang selama ini tinggal di Dusun Baku. Pihak keluarga meminta agar jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumi.
Kata dia, proses evakuasi jenazah berlangsung penuh perjuangan. Warga terpaksa menandu jenazah secara manual sejauh kurang lebih 7 kilometer untuk mencapai jalan yang bisa dilalui kendaraan.
“Jalan yang kami lewati itu rusak parah, berbatu dan sulit dilalui. Kami harus menandu jenazah sejauh sekitar 7 kilometer sampai ke jalan yang sedikit layak dilalui kendaraan,” ujarnya.
Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan masyarakat, yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
“Warga menilai, akses jalan yang memadai sangat penting, tidak hanya untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga dalam situasi darurat seperti evakuasi korban,” katanya.
*Kahaba-01













