Kota Bima, Kahaba.- Pengurus KONI Kota Bima menanggapi keluhan pelatih tim putra sepak takraw yang beredar di media sosial, terkait keberangkatan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Ketua Tim Kontingen Porprov Kota Bima, M Irfan menjelaskan, penentuan nama atlet, pelatih, maupun ofisial yang diberangkatkan ke Porprov bukan ditetapkan oleh KONI, melainkan berdasarkan usulan dari masing-masing cabang olahraga (cabor).
“Nama-nama yang berangkat ke Porprov usulan resmi dari setiap cabang olahraga. KONI tidak menentukan siapa yang menjadi atlet, pelatih, maupun ofisial. Kami hanya fasilitasi sesuai data yang diajukan oleh pengurus cabor,” tegas Irfan, Jumat malam 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Porprov kali ini terdapat dua skema keberangkatan. Sebagian atlet dan ofisial diberangkatkan dengan pembiayaan dari KONI Kota Bima, sedangkan sebagian lainnya berangkat secara mandiri.
Menurut Irfan, peserta yang berangkat mandiri menjadi tanggung jawab pengurus cabang olahraga masing-masing, termasuk pembiayaan selama mengikuti Porprov.
“KONI hanya menanggung peserta yang telah masuk dalam kuota pembiayaan yang disepakati. Sementara mereka yang berangkat mandiri difasilitasi oleh pengurus cabornya,” ujarnya.
Irfan juga menjelaskan, keberangkatan secara mandiri beberapa atlet dan ofisial itu, karena efesiensi anggaran. tidak dengan Porprov sebelumnya, yang memiliki anggaran cukup besar, yakni Rp 4 Miliar lebih, sedangkan tahun ini hanya Rp 2,5 Miliar.
“Tidak semua Anggaran Rp,2,5 Miliar itu digunakan untuk Porprov, tapi juga untuk Sarana dan Perasaan (Sarpras) masing-masing Cabor,” ungkapnya.
Sementara untun Porprov sebelumnya sambung Irfan, hanya diikuti 36 Cabor dengan anggaran yang besar, sedangkan Porprov tahun ini diikuti oleh 41 Cabor dengan anggaran yang Rp 2,5 Miliar.
“Perlu kami beri penjelasan ini untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat setelah muncul keluhan di media sosial. KONI berharap seluruh pihak dapat memahami mekanisme pemberangkatan kontingen sehingga tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.
*Kahaba-01













