Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 530 atlet dan official Kontingen Kota Bima resmi dilepas oleh Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, di halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin 6 Juli 2026, untuk mengikuti ajang empat tahunan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Ketua KONI Kota Bima Alfian Indra Wirawan dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan Porprov NTB dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 25 Juli 2026. Namun, sejumlah cabang olahraga akan lebih dulu memulai pertandingan mulai 11 Juli, di antaranya sepak takraw, sepak bola, dan beberapa cabang lainnya.
“Dari total 530 orang yang diberangkatkan, terdiri dari 405 atlet dan 125 official. Kontingen Kota Bima akan mengikuti pertandingan pada 42 cabang olahraga,” ujarnya.
Alfian berharap seluruh atlet dapat menjaga kekompakan, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding, sehingga mampu mengharumkan nama Kota Bima di tingkat Provinsi NTB.
Sementara itu, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh atlet yang akan membawa nama baik daerah dalam ajang olahraga paling bergengsi di NTB tersebut.
Menurutnya, para atlet bukan sekadar peserta kompetisi, tetapi juga duta daerah yang membawa harapan masyarakat Kota Bima.
“Di pundak para atlet kini melekat lambang daerah, dan di dada saudara-saudara berkibar harapan seluruh masyarakat Kota Bima. Bertandinglah dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” pesannya.
Ia menegaskan, target meraih medali memang penting, namun menjaga kehormatan daerah melalui sikap sportif jauh lebih utama.
“Saya ingin mengingatkan bahwa medali memang menjadi target, tetapi kehormatan adalah tujuan utama. Menang adalah kebanggaan, namun bertanding dengan jujur, sportif, dan penuh hormat kepada lawan merupakan kemuliaan,” tegasnya.
Wali kota juga mengingatkan para atlet agar tidak pernah merasa gentar menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, maupun daerah yang memiliki fasilitas olahraga lebih lengkap.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kota Bima, seluruh pengurus cabang olahraga, pelatih, official, tenaga pendukung, hingga orang tua atlet yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen.
Menurutnya, prestasi seorang atlet tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses latihan yang panjang, disiplin tinggi, pengorbanan waktu bersama keluarga, serta doa yang terus mengiringi perjuangan mereka.
“Kepada para pelatih dan official, saya titipkan para atlet ini sebagaimana keluarga sendiri. Jagalah kesehatan mereka, bangun kekompakan, dan terus berikan motivasi agar mampu tampil maksimal di setiap pertandingan,” harapnya.
Di akhir sambutannya, wali kota juga mengakui pemerintah daerah saat ini masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi fiskal yang diterapkan secara nasional. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya dukungan terhadap pembinaan olahraga.
*Kahaba-04













