Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 254 mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima resmi diwisuda dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XXIII Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Auditorium STIE Bima, Kamis 27 Agustus 2026.
Prosesi wisuda dihadiri oleh Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, mantan Wali Kota Bima HM Qurais dan sejumlah pejabat lingkup Pemkot Bima dan Pemkab Bima serta orang tua para wisudawan.
Dalam sambutannya, Ketua STIE Bima Firdaus menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi simbol keberhasilan perjuangan mahasiswa, sekaligus bukti komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hari ini sesungguhnya memiliki tiga makna kebanggaan. Bagi para wisudawan, hari ini adalah puncak perjalanan akademik yang ditempuh dengan perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan,” ujarnya.
Menurutnya, bagi orang tua, wisuda merupakan buah dari doa, kasih sayang, dukungan, serta pengorbanan yang selama ini diberikan kepada putra-putrinya. Sedangkan bagi STIE Bima, momentum tersebut menjadi bukti bahwa amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui pendidikan tinggi terus dijalankan.
Ia menegaskan, keberhasilan 254 wisudawan tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar STIE Bima dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kepada para wisudawan, Ketua STIE Bima mengingatkan bahwa toga yang dikenakan bukan sekadar pakaian akademik, melainkan simbol dari panjangnya perjuangan yang telah dilalui.
“Di balik toga ini ada malam-malam panjang, ada tugas yang harus diselesaikan, ada ujian yang harus dihadapi, ada penelitian, ada skripsi, ada kegagalan, ada rasa lelah, dan mungkin ada saat-saat ketika saudara pernah bertanya, ‘Apakah saya bisa menyelesaikannya?’” katanya.
Hari ini, lanjutnya, jawaban atas pertanyaan tersebut telah terbukti.
“Ya, saudara bisa. Saudara telah sampai di titik ini. Karena itu, hari ini bukan sekadar hari ketika saudara menerima ijazah. Hari ini adalah hari ketika saudara membuktikan bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan para lulusan agar tidak menganggap wisuda sebagai akhir perjalanan.
“Wisuda bukan akhir perjalanan. Wisuda adalah awal dari perjalanan yang sesungguhnya,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua STIE Bima juga memaparkan sejumlah capaian institusi dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan, STIE Bima tidak ingin hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh gelar akademik, tetapi berkomitmen menjadi kampus yang melahirkan manusia berilmu, berkarakter, inovatif, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
Dalam 5 tahun terakhir, STIE Bima telah memperoleh dan mengelola pendanaan bidang pendidikan sebesar Rp609,8 juta. Sementara dalam 3 tahun terakhir, pendanaan penelitian yang diperoleh mencapai Rp1,04 miliar. Adapun pendanaan pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp302,3 juta.
Selain itu, sepanjang tahun 2026 sebanyak 165 mahasiswa telah mempublikasikan tugas akhirnya pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa STIE Bima terus bergerak,” katanya.
Firdaus menambahkan, perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang berlangsung cepat. Perubahan teknologi, dunia kerja, model bisnis, hingga perkembangan kecerdasan buatan menuntut pendidikan tinggi untuk terus berbenah.
STIE Bima, kata dia, terus memperkuat mutu akademik, tata kelola, sarana dan prasarana, serta kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program, termasuk Hibah Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PPPTS).
STIE Bima juga membuka ruang kolaborasi internasional melalui program Mindset 2025 bersama Universiti Sains Malaysia. Program tersebut memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa memperoleh pengalaman serta wawasan akademik lintas negara.
Di sisi lain, literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) terus didorong sebagai bagian dari pembelajaran, penelitian, dan produktivitas akademik secara kreatif dan bertanggung jawab.
“Kita ingin lulusan STIE Bima bukan hanya siap menghadapi hari ini. Kita ingin lulusan STIE Bima siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Salah satu capaian yang mendapat sorotan khusus adalah keberhasilan mahasiswa STIE Bima menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025.
Ketua STIE Bima menyampaikan, mahasiswa STIE Bima secara konsisten berpartisipasi dalam berbagai program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Mahasiswa STIE Bima terlibat dalam program Kampus Mengajar, serta memperoleh pendanaan pembinaan kewirausahaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) secara berturut-turut selama periode 2022–2026.
Mahasiswa juga aktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sejak 2022 hingga 2026 yang diarahkan untuk mendorong budaya inovasi dan penalaran kritis.
“Dan yang paling membanggakan, tim mahasiswa STIE Bima lolos ke PIMNAS 2025,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan capaian STIE Bima yang disampaikan dalam sambutan tersebut, pada 2025 STIE Bima menjadi satu-satunya perguruan tinggi di NTB yang melaju ke PIMNAS.
“Ini bukan prestasi biasa. Ini adalah pesan kepada Indonesia bahwa dari Bima kita bisa berbicara di tingkat nasional,” tegasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen pembimbing, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.
Ketua STIE Bima menyebutkan, pada 2025 indeks pendanaan penelitian menunjukkan kenaikan sebesar 113,80 persen dibandingkan tahun pembanding.
Dengan pendanaan penelitian mencapai Rp1,04 miliar dalam tiga tahun terakhir dan pendanaan pengabdian kepada masyarakat sebesar Rp302,3 juta, STIE Bima ingin hasil penelitian tidak berhenti di lingkungan akademik.
“Penelitian harus berbicara dengan persoalan masyarakat. Penelitian harus memberikan solusi. Pengabdian harus memberikan manfaat. Dan ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” bebernya.
Kepada para orang tua wisudawan, Ketua STIE Bima menyampaikan penghargaan atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah diberikan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.
“Hari ini sesungguhnya adalah hari Bapak dan Ibu juga. Karena kami tahu, tidak ada satu pun anak yang sampai ke panggung wisuda tanpa doa orang tua,” katanya.
Ia bahkan berpesan kepada para wisudawan agar memeluk orang tua mereka setelah prosesi wisuda dan menyampaikan rasa terima kasih.
“Katakan kepada mereka, ‘Terima kasih. Gelar ini bukan hanya milik saya. Gelar ini adalah hasil perjuangan kita bersama,’” pesannya.
Para lulusan juga dibekali empat pesan penting, yakni berdiri di atas integritas, terus belajar sepanjang hayat, memberikan manfaat yang luas, serta menjaga identitas lokal.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak minder membawa nama Bima ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan perjalanan di luar daerah.
“Jangan pernah mengatakan, ‘Saya hanya lulusan dari Bima.’ Tidak! Katakan, ‘Saya adalah lulusan STIE Bima dan saya siap bersaing di mana pun,’” tegasnya.
Menurutnya, tempat seseorang dilahirkan tidak menentukan seberapa tinggi seseorang boleh bermimpi.
“Kita boleh berada di Bima, tetapi pikiran kita harus mendunia. Kita boleh memulai dari daerah, tetapi karya kita harus mampu menembus nasional, bahkan internasional,” katanya.
Menutup sambutannya, Ketua STIE Bima menegaskan komitmen kampus untuk terus memperkuat pendidikan, meningkatkan penelitian, memperluas pengabdian, membangun kolaborasi, mengembangkan kewirausahaan mahasiswa, memperluas wawasan internasional, serta mendorong pemanfaatan teknologi dan AI secara bertanggung jawab.
Ia berharap STIE Bima semakin kuat, berprestasi, adaptif, dan dipercaya masyarakat.
Kepada 254 wisudawan dan wisudawati Angkatan XXIII, ia menitipkan harapan agar para alumni mampu membawa nama baik almamater, menciptakan lapangan pekerjaan, membantu masyarakat, membangun daerah, dan menjadi bagian dari perubahan Indonesia.
“Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi tentang seberapa banyak orang yang dapat kita angkat bersama kita,” pesannya.
*Kahaba-01


















