Kabar Kota Bima

Sukses Bawa Festival Rimpu Mantika, Kerja Keras Ketua STIE Bima Firdaus Diganjar Penghargaan

1
×

Sukses Bawa Festival Rimpu Mantika, Kerja Keras Ketua STIE Bima Firdaus Diganjar Penghargaan

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Keberhasilan pelaksanaan Festival Rimpu Mantika 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bima. Ketua Panitia Festival Rimpu Mantika 2026 Firdaus, yang juga Ketua STIE Bima, menerima piagam penghargaan untuk dedikasi dan kontribusinya dalam menyukseskan event budaya tersebut.

Ketua STIE Bima Firdaus saat menerima penghargaan dari Wali Kota Bima. Foto: Ist

Piagam penghargaan diserahkan Senin 17 Agustus 2026, usai upacara HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Pemkot, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bima terhadap kerja panitia dalam menggelar Festival Rimpu Mantika 2026, yang tercatat dalam Kalender Khusus Event Nusantara 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pada piagam tersebut, penghargaan diberikan atas dedikasi dan upaya Firdaus dalam menyukseskan pelaksanaan festival yang mengangkat tradisi dan budaya lokal Bima.

Firdaus mengatakan, Festival Rimpu Mantika sejak awal tidak hanya diarahkan untuk kepentingan ekonomi maupun bisnis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkenalkan tradisi Rimpu sebagai salah satu kekayaan budaya Bima.

“Semata-mata untuk melestarikan budaya Danambojo. Budaya Rimpu itu kan unik, termasuk di Indonesia. Jadi pelestarian saja,” ujarnya.

Menurut Firdaus, festival tersebut juga memberikan manfaat lain, terutama bagi kalangan mahasiswa yang terlibat dalam proses penyelenggaraan. Mereka mendapat kesempatan belajar secara langsung mengenai pengelolaan sebuah kegiatan atau event.

Keterlibatan mahasiswa, kata dia, menjadi bagian dari pembelajaran bahwa dunia bisnis memiliki ruang yang luas, termasuk pengelolaan event dan industri kreatif.

“Kita juga mengajak mahasiswa. Ini bagian dari pendidikan bahwa bisnis itu tidak hanya jual dan beli saja, tetapi banyak hal lain seperti event organizer yang juga sangat berpengaruh ke depannya,” jelasnya.

Namun demikian, Firdaus menegaskan bahwa nilai terpenting dari kegiatan tersebut bukan pada sisi bisnis. Festival Rimpu Mantika juga merupakan bentuk pengabdian lembaga pendidikan kepada masyarakat.

“Yang terpenting itu bukan di bisnisnya, tapi bentuk pengabdian pada masyarakat. Kontribusi itu lebih pada bagaimana sebuah lembaga pendidikan tinggi bisa berkontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya masyarakat Danambojo,” katanya.

Ia berharap Festival Rimpu Mantika dapat terus digelar dan dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menjadi wadah pelestarian budaya, edukasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Firdaus menilai keterlibatan generasi muda, mahasiswa, pelaku usaha, komunitas serta berbagai elemen masyarakat sangat penting agar tradisi Rimpu tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi mendatang.

Festival Rimpu Mantika juga dinilai memiliki potensi besar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bima kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat budaya lokal sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.

*Kahaba-01