Kabar Kota Bima

TK Yaa Bunayya Jadi Sekolah Model Nasional, Pendampingan Tahap 3 Digelar

0
×

TK Yaa Bunayya Jadi Sekolah Model Nasional, Pendampingan Tahap 3 Digelar

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- TK Yaa Bunayya menerima kunjungan pendampingan sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), dan Pembelajaran Berpikir Komputasional serta Kecerdasan Artifisial (PBK-KA) Tahap 3, dari Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan BPMP NTB, Jumat 25 September 2026.

Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan BPMP NTB saat turun di TK Yaa Bunayya. Foto: Ist

Kepala TK Yaa Bunayya Sri Asmiati menyampaikan, kegiatan pendampingan meliputi observasi praktik pembelajaran, refleksi bersama kepala sekolah dan guru, serta penguatan strategi implementasi PM dan PBK-KA sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.

“Kunjungan dari pemerintah pusat dan Provinsi NTB ini, menjadi momentum kami untuk memperkuat pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan yang terintegrasi dengan pendidikan berbasis tauhid, serta mendorong anak belajar melalui bermain, berpikir, memecahkan masalah, mengenali pola dan berkreasi,” jelasnya.

Menurut Sri Asmiati, pendampingan ini merupakan bagian dari penguatan siklus pertama, dimana setelah kurang lebih tiga bulan sejak TK Yaa Bunayya menerima SK sebagai sekolah model dari pemerintah pusat.

Pihaknya juga sebelumnya telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari bimtek hingga proses refleksi yang dilaksanakan secara luring maupun daring.

“Alhamdulillah, di Provinsi NTB hanya terdapat dua satuan PAUD yang ditetapkan sebagai sekolah model PM dan PBK KA, yaitu TK Yaa Bunayya Kota Bima dan satuan PAUD di Kota Mataram, sebagai sekolah model kami mendapat kesempatan untuk berproses di bawah pembinaan langsung Kemendikdasmen Direktorat Jendral Paud,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Dikpora Kota Bima melalui Pengawas Sekolah Model yang mendampingi TK Yaa Bunayya, Irfan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pendampingan tersebut.

Karena kegiatan ini tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, refleksi, evaluasi, dan pendampingan bagi sekolah model agar pelaksanaannya sesuai dengan panduan.

“Kami berharap hasil observasi dapat menjadi dasar sekolah untuk menyusun tindak lanjut yang lebih terarah. Praktik-praktik baik yang telah dilakukan diharapkan dapat dipertahankan, dikembangkan, dan ditingkatkan, sehingga ke depan TK Yaa Bunayya dapat menjadi salah satu inspirasi dan laboratorium implementasi pembelajaran mendalam dan PBK-KA bagi satuan pendidikan lainnya,” pungkasnya.

*Kahaba-04