Kabupaten Bima, Kahaba.- Berawal dari usaha toko sembako sederhana di gang perkampungan Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima tahun 2015, Nurnahar kini berhasil mengembangkan bisnis keagenan BRILink hingga memiliki 3 outlet di Kota dan Kabupaten Bima.
Perjalanan usahanya dimulai saat menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Unit Naru. Seiring berkembangnya usaha dan rekam jejak yang baik, Nurnahar mendapat kepercayaan memperoleh dukungan permodalan lebih besar melalui layanan komersial BRI.
Kepercayaan tersebut juga membuka kesempatan baginya menjadi mitra keagenan BRI melalui Agen BRILink. Meski memulai dengan modal terbatas dan lokasi usaha yang kurang strategis, Nurnahar tetap berani mengambil peluang tersebut.
Pada masa awal, layanan BRILink miliknya hanya melayani sekitar 5 hingga 10 transaksi per hari. Namun, untuk mengembangkan usaha, ia terus menambah modal keagenan dan mencari lokasi yang lebih strategis.
Upaya itu mulai menunjukkan hasil pada 2019. Nurnahar mampu menyewa tempat usaha yang lebih strategis sekaligus membuka lebih dari satu outlet.
Kini, ia telah memiliki 3 outlet, masing-masing 2 di wilayah Kota Bima dan 1 di Kabupaten Bima. Usaha tersebut juga telah mempekerjakan 9 karyawan dengan rata-rata transaksi mencapai 300 transaksi setiap hari.
Nurnahar tercatat sebagai salah satu Agen Juwara dan Agen Juragan binaan BRI Branch Office Raba Bima. Atas pencapaiannya, ia juga disebut rutin memperoleh penghargaan setiap tahun.
Pemimpin BRI Branch Office Raba Bima Gugun Sundawa menyampaikan, BRI terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Agen BRILink sebagai mitra dalam memperluas layanan transaksi keuangan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Agen BRILink memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan perbankan tanpa harus datang langsung ke kantor bank.
Melalui pengembangan jaringan keagenan tersebut, BRI berkomitmen memperluas akses layanan keuangan, mendorong pemberdayaan ekonomi mikro, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Kisah Nurnahar menjadi salah satu gambaran bagaimana dukungan akses permodalan dan layanan keagenan, dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
*Kahaba-01













