Kabar Kota Bima

Dukung Swasembada Pangan, PUPR Kota Bima Usulkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Oi Fo’o

0
×

Dukung Swasembada Pangan, PUPR Kota Bima Usulkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Oi Fo’o

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Dinas PUPR Kota Bima mengusulkan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kelurahan Oi Fo’o, Kecamatan Rasanae Timur, untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan program swasembada pangan.

Tim Dinas PUPR Kota Bima saat turun di Kelurahan Oi Fo’o. Foto: Ist

Kepala Dinas PUPR Kota Bima Didi Fahdiansyah menjelaskan, usulan tersebut diajukan melalui skema Inpres Irigasi dengan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan melalui peningkatan jaringan irigasi,” ujar Didi, Kamis 8 Oktober 2026.

Kata Didi, rencana JIAT tersebut menyasar kelompok tani Tololau Timur dengan luas lahan potensial sekitar 20 hektare. Sebanyak 65 orang tercatat sebagai calon penerima manfaat dari program tersebut.

Dalam rencana usulan, pembangunan JIAT tidak hanya berupa penyediaan sumber air, tetapi mencakup sejumlah infrastruktur pendukung. Di antaranya pembangunan sumber air baku irigasi, jaringan perpipaan air baku, rumah pompa serta bangunan pelengkap air baku irigasi.

“Keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, sehingga produktivitas lahan dapat ditingkatkan dan kegiatan pertanian menjadi lebih optimal,” katanya.

Namun sambung Didi, sebelum usulan tersebut mendapat persetujuan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya terkait readiness criteria (RC) berupa dokumen hibah atau penyerahan lahan dari petani maupun kelompok pemilik lahan.

Dokumen tersebut menjadi salah satu persyaratan penting untuk mendukung proses persetujuan terhadap usulan program JIAT yang diajukan.

“Pemenuhan dokumen dan kesiapan lahan menjadi bagian penting agar usulan program dapat diproses sesuai ketentuan,” jelas Didi.

Melalui usulan tersebut, pihaknya berharap pengembangan jaringan irigasi air tanah di Oi Fo’o dapat mendukung kebutuhan air pertanian, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Jika terealisasi, program ini akan memberikan manfaat bagi lahan potensial seluas sekitar 20 hektar dan 65 calon penerima manfaat dari kelompok tani setempat,” tambahnya.

*Kahaba-01