Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasihan Aisyah, bocah berusia 10 tahun itu terus menahan rasa sakit. Akibat derita sejak 10 bulan lalu, menyebabkan bagian tubuh bocah asal RT 02 RW 01 Desa Tambe Kecamatan Bolo ini terus membengkak.
Saat disambangi media ini, Rabu (4/10) Aisyah terlihat dipangku oleh ibunya Yusmul Yati. Beberapa bagian di tubuhnya seperti leher, ketiak, dan wajahnya membengkak dan bersisik. Tidak hanya itu, buah hati Yusmul Yati dan Yanto itu terus panas tinggi.
Menurut keterangan Ibunya, Mei lalu Aisyah pernah dibawa ke rumah sakit umum Sanglah Denpasar Bali. Di sana ia tinggal selama 44 hari dan mendapat perawatan selama 3 kali.
“Hasil pemeriksaan dokter, Aisyah didiagnosa mengidap penyakit Lympadenopaty Multiple. Namun pengobatanya tidak diteruskan lantaran keluarganya kehabisan biaya,” ujarnya.
Kendati memiliki BPJS kata dia, namun biaya kebutuhan sehari – hari di Bali tidak sedikit. Uang yang dibawa untuk membayar Kos-kosan dan kebutuhan lain habis. Terpaksa, dirinya membawa Aisyah kembali pulang kampung halaman.
“Rencananya memang akan di operasi sumsum Aisyah. Karena uang sudah semakin habis, dan tidak ada lagi buat bayar Kos, kami memilih pulang,” cerita ibunya dengan rona sedih.
Setelah dari Bali, tidak ada lagi pengobatan medis untuk Aisyah, kecuali obat oles tradisional untuk menurunkan panas.
“Setiap hari Aisyah menangis karena sakit dan panas. Sementara kami tidak bisa berbuat banyak,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya menaruh harapan besar agar pemerintah memberikan perhatian. Agar anaknya bisa sembuh dan kembali menikmati masa kecilnya.
*Kahaba-10