SDN 32 Juara I Sekolah Adiwiyata, SDN Lain Justru Ditunjuk Wakili NTB

Kota Bima, Kahaba.- SDN 32 Kota Bima terpilih menjadi juara I Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bima tanggal 26 Maret 2018 lalu. Penetapan itu melalui keputusan hasil evaluasi dan penilaian terkait pencapaian pelaksanaan program Adiwiyata, berdasarkan penilaian tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala SDN 32 dan jajaran guru saat menunjukan piagam juara 1 Sekolah Adiwiyata. Foto: Eric

Namun rasa kecewa harus ditelan jajaran SDN 32. Pasalnya, panitia lomba Sekolah Adiwiyata Provinsi NTB malah menunjuk SDN 11, untuk mewakili Provinsi NTB untuk ke tingkat Nasional. Padahal SDN 11 meraih juara dua, setelah SDN 32.

“Guru beserta jajaran sedih, kecewa dan terpukul, karena usaha selama 2 tahun terakhir untuk menciptakan sekolah sehat dan bersih sia-sia. Predikat juara I tingkat Kota Bima rupanya hanya pelengkap saja,” sesal Kepala SDN 32 Kota Bima Hj Titin Sri Supartini, Rabu (14/11).

Sri menceritakan, lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bima diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima. ada sebanyak 6 sekolah yang mengikuti lomba itu, masing – masing SDN 32, SDN 11, MAN 2, SMPN 1, SMAN 1 dan SMAN 4 Kota Bima.

Saat itu, pihaknya diberitahukan akan menjadi perwakilan lomba sekolah Adiwiyata tingkat Kota Bima, sehingga langsung bergerak dan mempersiapkan diri dengan melakukan beberapa pembenahan.

“Setelah tim penilai yang berjumlah 9 orang turun dan melihat beberapa indikator penilaian yang begitu lengkap di sekolah SDN 32. Maka ditetapkan sekola kami sebagai juara,” katanya.

Dengan nilai skor tertinggi yang diberitahukan oleh panitia sambungnya, tentu membuat bangga semua jajaran sekolah. Karena hasil kerja keras mengelola sekolah sehat dan bersih, dibayar dengan prestasi.

Jika dilihat dair predikat juara tersebut menurut Sri, secara otomatis SDN 32 yang mewakili Kota Bima untuk ajang lomba yang sama di tingkat Provinsi NTB. Tapi aneh saja, setelah mereka mendapatkan informasi, bahwa SDN 11 Kota Bima terpilih mewakili NTB langsung pada lomba sekolah Adiwiyata tingkat Nasional di Jakarta.

“Bagaimana bisa, kami yang menjadi terbaik di Kota Bima, sementara runner up yang mewakili daerah ke tingkat nasional,” herannya.

Lebih aneh lagi ungkapnya, ajang lomba Adiwiyata tingkat Provinsi NTB tidak diselenggarakan. Kemudian ditambah lagi tim panitia lomba Adiwiyata dari Provinsi NTB tidak pernah turun menilai sekolahnya yang menjadi juara di Kota Bima.

“Tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba surat dari Provinsi NTB menunjuk SDN 11 Kota Bima mewakili Provinsi NTB ke tingkat nasional. Kami rasa ini tidak adil, karena kerja keras kami selama ini sia-sia,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya beserta jajaran guru sepakat akan mengembalikan piagam kepada DLH, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap panitia di tingkat Kota Bima.

“Kami akan segera kembalikan piagam penghargaan, karena merasa di PHP oleh DLH,” kesalnya.

Sementara itu salah satu tim panitia DLH Kota Bima Isna Laely Rahma yang dimintai tanggapan mengaku, bukan wewenang mereka memberikan jawaban. Karena itu ranahnya tim penilai dari Provinsi NTB.

“Silahkan menghubungi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Abdul Haris, karena beliau juga tahu informasi ini,” sarannya.

Laely menjelaskan, keputusan pemilihan dan penetapan sekolah untuk di kirim ke nasional di luar kewenangan mereka selaku tim Adiwiyata Kota Bima. sementara tugas DLH hanya sampai mengirimkan berkas persyaratan yang diminta pihak DLHK Provinti NTB. Selanjutnya DLHK yang menentukan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *