Kabar Kota Bima

Cerita Haru Anak M Kasim, Berdoa Salat Jumat Sebelum Ayahnya Ditemukan Meninggal

221
×

Cerita Haru Anak M Kasim, Berdoa Salat Jumat Sebelum Ayahnya Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Duka mendalam menyelimuti keluarga M Kasim (73), pensiunan guru agama SMAN 2 Kota Bima yang ditemukan meninggal dunia mengambang di Sungai Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Jumat 22 Mei 2026. (Baca. Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Ule, Ini Identitasnya)

Lokasi tempat ditemukannya jasad M Kasim. Foto: Ist

Menurut pihak keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat hilang selama hampir dua hari, dan dicari oleh anak-anak serta warga setempat.

Anak pertama korban Sri Nahriawati saat diwawancarai media ini mengungkapkan, ayahnya memang sudah lanjut usia dan mengalami pikun, sehingga keluar rumah tanpa diketahui keluarga.

Ia menceritakan, pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026 sekitar pukul 01.00 Wita, warga sempat melihat M Kasim berjalan di sekitar jembatan Ule.

Namun saat pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita, ketika anaknya yang lain hendak mengantarkan makanan ke kamar, M Kasim sudah tidak berada di dalam rumah.

“Biasanya antar nasi ke kamar. Tapi waktu dipanggil tidak menjawab, akhirnya makanan hanya digantung di pintu,” katanya.

Masih pada hari yang sama terang Sri, warga kembali melihat M Kasim berjalan di sekitar kampung ,dan langsung mengabarkan kepada pihak keluarga.

“Artinya saat anak-anak antar makanan pagi itu, bapak memang sudah keluar dari rumah,” tuturnya.

Mendapat informasi tersebut sambung Sri, keluarga bersama warga langsung melakukan pencarian hingga Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Karena belum ditemukan, keluarga kemudian melaporkan ke Polsek Asakota, Jumat pagi.

Usai melapor katanya, keluarga kembali sepakat melakukan penyisiran setelah Salat Jumat, sembari terus berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kami terus berdoa saat Salat Jumat, semoga bapak segera ditemukan,” ungkap Sri dengan nada haru.

Namun harapan itu berubah menjadi duka, setelah warga mengabarkan adanya penemuan sesosok mayat pria mengambang di Sungai Ule.

“Kami kaget dan langsung menduga itu bapak. Anak-anak segera ke lokasi dan benar itu bapak,” katanya.

Meski terpukul dengan kejadian tersebut, pihak keluarga mengaku ikhlas atas kepergian almarhum.

“Kami ikhlas dengan kepergian bapak,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Ule digegerkan dengan penemuan mayat pria mengambang di sungai sekitar pukul 14.00 Wita. Korban kemudian diketahui bernama M Kasim, pensiunan guru agama yang cukup dikenal masyarakat setempat.

*Kahaba-01