Mataram, Kahaba.- Pengurus Esport Indonesia (ESI) tingkat provinsi dan kabupaten kota se-Nusa Tenggara Barat resmi dilantik, Sabtu 14 Februari 2025, di Ballroom Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tersebut menjadi momentum konsolidasi besar cabang olahraga Esports di NTB, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 mendatang.
Acara dihadiri Ketua ESI NTB Amiruddin, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, serta para ketua ESI kabupaten/kota, termasuk Ketua ESI Kota Bima M Rayindha Prasatyang.
Ketua ESI NTB Amiruddin menegaskan pelantikan dan Rakerda ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah.
“Esports hari ini bukan lagi sekadar hobi. Ini adalah cabang olahraga prestasi yang membutuhkan sistem pembinaan, manajemen yang rapi, dan kompetisi berjenjang. Kita ingin Esports NTB naik level,” ujarnya.
Ia mengakui, Porprov 2026 menjadi target penting untuk menunjukkan kesiapan atlet-atlet Esports NTB dalam bersaing secara profesional.
“Kita ingin melahirkan atlet yang bukan hanya jago bermain, tapi juga bermental juara dan siap tampil di level nasional,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua KONI NTB, Mori Hanafi menyampaikan dukungan penuh terhadap perkembangan Esports sebagai cabang olahraga resmi yang semakin diminati generasi muda.
“Esports adalah bagian dari masa depan olahraga. Kita tidak boleh tertinggal. Pembinaan harus dilakukan serius dan terstruktur, sama seperti cabang olahraga lainnya,” katanya.
Mori juga mendorong agar pengurus ESI di kabupaten/kota aktif membangun ekosistem, mulai dari kompetisi lokal hingga pencarian bibit atlet potensial.
“Porprov 2026 harus menjadi ajang pembuktian bahwa Esports NTB siap bersaing. Infrastruktur, pembinaan, dan manajemen harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua ESI Kota Bima, M Rayindha Prasatyang menyatakan kesiapan daerahnya untuk berkontribusi dalam menguatkan Esports NTB.
“Kota Bima memiliki banyak talenta muda yang potensial di bidang Esports. Dengan pembinaan yang tepat, kami optimistis bisa menyumbang atlet berprestasi di Porprov 2026,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus, komunitas, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem Esports yang sehat dan kompetitif.
“Kita ingin Esports tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tapi juga ruang pembinaan karakter, sportivitas, dan kreativitas generasi muda,” katanya.
Rakerda yang digelar usai pelantikan membahas program kerja, sistem seleksi atlet, serta roadmap pembinaan menuju Porprov 2026. Para pengurus sepakat untuk memperkuat koordinasi lintas daerah guna memastikan Esports NTB berkembang secara merata.
*Kahaba-01













