oleh

STIH Muhammadiyah Bima Gelar Yudisium Angkatan Ke-XXVI

Kabupaten Bima, Kahaba.- Program Studi Ilmu Hukum STIH Muhammadiyah Bima menggelar Yudisium Angkatan Ke-XXVI dengan pola daring dan luring di Aula H Thayeb Abdullah STIH Muhammadiyah Bimadan Via Zoom Metting, Sabtu (28/8).

STIH Muhammadiyah Bima Gelar Yudisium Angkatan Ke-XXVI - Kabar Harian Bima
Ketua STIH Muhammadiyah Bima pada acara Yudisium Angkatan Ke-XXVI. Foto: Ist

Saat sambutan Ketua STIH Muhammadiyah Bima Doktor Ridwan menyampaikan ucapan selamat untuk capaian, walau bukan akhir dari sebuah proses mencari ilmu.



“Selamat, pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras dan pengorbanan. Tetapi, ini bukanlah akhir, jangan berpuasa diri, segeralah bergegas aktualisasikan wawasan dan skill yang dimiliki, segera studi lanjut, menjadi Hakim, Jaksa, Polisi, TNI, birokrat, Advokat, Notaris, Politisi, BUMN/BUMD, Dosen, Konsultan, perangkat Desa, bahkan Interpreneur dan wiraswasta,” pesan Ridwan.

Baca:   SDN 40 Susun Soal Penilaian Akhir Semester, Ulangannya Dilakukan Secara Daring

Ia menyampaikan, dalam mengaktualisasikan ilmunya alumni STIH Muhammadiyah Bima harus tetapi menjaga roh dan spirit Muhammadiyah secara umum, visi-misi, serta motto, STIH Muhammadiyah Bima, yakni Unggul, Humanitas, Religiusitas.

Moto Unggul, Humanitas, dan Religiusitas, bukan asal jadi dan tanpa makna filosofis. Ia meyakni moto ini akan menjadi solusi tatanan kehidupan maju, luhur dan berkeadaban tinggi.

Baca:   STIH Muhammadiyah Bima Terima 220 Mahasiswa Baru

“Unggul mengandung makna, bergerak aktif, dinamis, kompetitif, progresif, terus belajar, demitologi atau mengedepankan berpikir rasional, kritis dan solutif. Humanitas, mengandung makna egalitarian, harmoni, toleransi, kemampuan kerjasama tim,moderat, kebajikan dan keutamaan moral, serta menghargai prinsip HAM dan demokrasi teosentrifisme universal. Sementara motto Religiusitas mengadung makna, hidup yang dipandu keluhuran ajaran agama, semangat menggembiran kebaikan dan kesolehan individual dan sosial,” jelas Ridwan.

Baca:   Ridwan: Mahasiswa STIH Muhammadiyah Bima Harus Menjadi Semut

Terakhir ia mengimbau kelurga besar STIH Muhammadiyah Bima untuk ambil bagian solutif-konstruktif dalam menghadapi situasi sulit Covid-19,

“Covid itu nyata adanya. Paling tidak jangan bagian dari masalah. Berikan sumbangsih terbaik kita untuk kebangkitan daerah dan bangsa tercinta,” tambah Ridwan.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.