oleh

Majelis Hakim Melihat Fakta Keberadaan Jeti di Bonto

Kota Bima, Kahaba.- Majelis hakim Pengadilan Negeri Raba Bima bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) turun melihat langsung bangunan Wisata Tracking Mangrove atau sebelumnya dikenal Jembatan Tiang (Jeti) Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo, sebagai barang bukti dugaan kasus pengerusakan lingkungan, Jumat pagi (24/9). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Feri Sofiyan selaku pihak yang didakwakan, aparat kepolisian dan sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.

Majelis Hakim Melihat Fakta Keberadaan Jeti di Bonto
Majelis Hakim saat turun melihat kondisi Jeti di Bonto. Foto: Bin

Tiba di lokasi Jeti, Majelis Hakim dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim R Sutanto W melihat langsung setiap kondisi sudut Wisata Tracking Mangrove. Tidak hanya itu, rombongan juga melihat kondisi pondasi bangunan dan menjajal sekitar bibir pantai.

Kepada sejumlah media, Sutanto mengatakan bahwa kedatangan mereka ini untuk melihat senyatanya dari apa yang dipermasalahkan dalam persidangan selama ini.

“Mengenai fakta – fakta yang dilihat, belum bisa kami sampaika di sini. Karena harus dituangkan dalam berita acara persidangan,” katanya.

Majelis Hakim Melihat Fakta Keberadaan Jeti di Bonto
Majelis Hakim saat turun melihat pondasi Wisata Tracking Mangrove di Bonto. Foto: Bin

 

 

Ditanya jika dalam persidangan terdapat pengerusakan mangrove dan lamun dan terumbu karang? dirinya memilih untuk tidak berkomentar dan memberikan penilaian karena pihaknya harus bermusyawarah terlebih dahulu.

“Majelis Hakim berpendapat dan bersikap dalam bentuk putusan di pengadilan yang terbuka untuk umum,” ujarnya.

Dijelaskan Sutanto, kegiatan ini merupakan kepentingan Majelis Hakim untuk melihat langsung keberadaan Wisata Tracking Mangrove di Bonto. Karena yang dipermasalahkan ini adanya bangunan tersebut.

“Jadi kita datang ini untuk melihat secara nyata,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru