oleh

Pemkot Bima Usulkan Pembentukan OPD Brida ke Legislatif

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota (Pemkot) Bima telah mengajukan pengusulan perubahan kedua Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah ke DPRD Kota Bima, termasuk rencana pembentukan OPD baru yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).

Pemkot Bima Usulkan Pembentukan OPD Brida ke Legislatif - Kabar Harian Bima
Kabag Organisasi Setda Kota Bima Ihya Ghazali. Foto: Eric

Kabag Organisasi Setda Kota Bima Ihya Ghazali mengutarakan, pembentukan Brida sesuai ketentuan Pasal 66 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang badan riset dan inovasi nasional. Pemerintah Kota Bima juga dapat membentuk Brida yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang penelitian dan pengembangan.



“Brida merupakan pemekaran dari badan perencanaan pembangunan pengembangan, penelitian daerah. Setelah Brida terbentuk, maka secara otomatis bidang Litbang di Bappeda hilang,” kata Ghazali, Kamis (22/9).

Baca:   Kemana Arah Badan Riset dan Inovasi Daerah?

Dijelaskannya, urusan pemerintahan di bidang riset dan inovasi ini adalah penelitian dan pengembangan yang berdasarkan hasil pemetaan mencapai skor 418, dan memungkinkan untuk dibentuk perangkat daerah dengan perimbangan anggaran urusan keterbatasan kemampuan.

Seiring dengan adanya Amanat Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021, maka perangkat daerah tersebut dibentuk dan berganti menjadi Brida.

Baca:   Kemana Arah Badan Riset dan Inovasi Daerah?

“Pembentukan Brida untuk mengembangkan dan menjabarkan ilmu pengetahuan, solusi permasalahan untuk mendesain serta penataan suatu daerah sehingga dapat menciptakan inovasi-inovasi dalam mengembangkan daerah agar lebih maju,” terangnya.

Mengenai persiapan pegawai untuk ditempatkan pada OPD baru tersebut, diakui Ghazali tentu akan ditempatkan orang-orang yang punya kompetensi. Kepada Brida juga nanti ditentukan oleh kepala daerah.

Baca:   Kemana Arah Badan Riset dan Inovasi Daerah?

“Apakah nanti dilakukan asesmen atau diambil dari eselon II yang sudah ada, tergantung kepala daerah,” jelasnya.

Namun sambungnya, spirit pembentukan Brida ini yakni mendorong untuk menempatkan ASN yang punya potensi, sehingga OPD Brida bisa berjalan efektif.

*Kahaba-01


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.