Kabar Kota Bima

Buat Gebrakan Baru, Karang Taruna Penanae Tancap Gas Garap UMKM

23
×

Buat Gebrakan Baru, Karang Taruna Penanae Tancap Gas Garap UMKM

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Karang Taruna (KT) Kelurahan Penana’e yang digerakkan pemuda generasi Z mulai tancap gas di awal tahun 2026. Melalui Rapat Kerja (Raker) yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Penana’e, Minggu kemarin, organisasi kepemudaan ini menggagas penguatan internal sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Foto Bersama Pengurus Karang Taruna (KT) Kelurahan Penanae. Foto: Ist

Ketua KT Kelurahan Penanae Mursalim menyampaikan, Raker tersebut menjadi momentum strategis 11 orang pengurus untuk menyatukan visi dan misi dalam mendorong pembangunan di tingkat kelurahan, khususnya melalui peran aktif pemuda.

“Kami ingin mengubah wajah UMKM lokal agar tampil lebih modern dan trendy, sehingga mampu bersaing dan lebih diminati masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus utama pembahasan Raker kali ini mencakup penguatan internal organisasi serta upaya merangkul pemuda lokal yang memiliki talenta di bidang wirausaha. Para pemuda diarahkan untuk mengelola UMKM kelurahan dengan pendekatan kekinian, mengikuti tren pasar dan kebutuhan masyarakat.

“Inovasi solutif yang kami gagas meliputi pengembangan usaha jasa cetak (printing) hingga sektor kuliner,” kata Mursalim.

Menurutnya, selama ini warga Penana’e harus menempuh jarak cukup jauh ke luar wilayah hanya untuk memenuhi kebutuhan jasa cetak. Kehadiran unit usaha printing yang dikelola pemuda diharapkan menjadi solusi konkret, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi bagi generasi muda setempat.

“Selain jasa cetak, kami juga mengembangkan usaha di sektor kuliner karena didukung potensi sumber daya lokal dan lingkungan yang asri,” bebernya.

Tak hanya fokus pada ekonomi, KT Penanae juga merancang kegiatan sosial dan keagamaan seperti pengajian rutin serta forum nongkrong produktif di berbagai sudut kampung.

Konsep ini diharapkan mampu menghidupkan ruang-ruang interaksi pemuda, sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih hidup, kreatif, dan positif.

“Di setiap diskusi, kami juga akan terus menggaungkan program Pemerintah Kota Bima, yakni Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA), agar menjadi budaya bersama masyarakat,” tambahnya.

Mursalim menegaskan, gerakan ini merupakan bentuk komitmen pemuda untuk menjadi motor penggerak perubahan di tingkat kelurahan.

“Kami ingin membuktikan bahwa pemuda bukan sekadar penonton, tetapi pelaku utama dalam mendorong perubahan dan pembangunan di lingkungan sendiri,” pungkasnya.

*Kahaba-04