Kota Bima, Kahaba.- Budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Bima menunjukkan perkembangan positif. Setelah mendapat pendampingan intensif selama hampir 3 bulan, sebanyak 291 inovasi daerah berhasil disubmit ke Kemendagri untuk mengikuti penilaian inovasi daerah 2026.
Kepala Brida Kota Bima Arif Roesman Effendy mengatakan, jumlah tersebut meningkat 57 inovasi atau 24,4 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 234 inovasi.
“Pendampingan dilaksanakan tim yang telah dibentuk, dengan menyasar seluruh OPD, sekolah, RSUD, Labkesda, puskesmas dan kelurahan,” ujarnya, Rabu 9 September 2026.
Menurut Arif, pendampingan mulai 3 Juni hingga 31 Agustus 2026, dari identifikasi inovasi, penyusunan profil, pemenuhan dokumen pendukung, penguatan eviden hingga proses submit ke sistem penilaian Kemendagri.
Menariknya, sebaran inovasi tahun ini mulai lebih merata. Dari 291 inovasi, 61 berasal dari OPD, 218 dari sekolah, serta 12 lainnya dari puskesmas, Labkesda dan kelurahan.
“Berbeda dari tahun 2025, dari 234 inovasi yang tercatat saat itu, sebanyak 215 atau 91,9 persen berasal dari sektor pendidikan. Tahun ini, keterlibatan perangkat daerah dan unit pelayanan publik lainnya mulai meningkat,” ungkapnya.
Arif mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan inovasi mulai menjadi bagian dari budaya kerja pemerintah daerah. Hal itu sejalan dengan kebijakan Pemkot Bima yang mendorong setiap OPD mengembangkan minimal 2 inovasi setiap tahun.
“Capaian tahun ini bukan semata-mata tentang bertambahnya jumlah inovasi, tetapi juga semakin banyak perangkat daerah yang mulai mengambil peran dalam menciptakan solusi dan melakukan pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik,” pungkasnya.
*Kahaba-04













