Kabar Kota Bima

Menkes Cek Pembangunan RSUD Kota Bima, Target Beroperasi Agustus 2026

42
×

Menkes Cek Pembangunan RSUD Kota Bima, Target Beroperasi Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, Jumat 27 Februari 2025. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan fisik rumah sakit tipe C sekaligus mengecek implementasi program prioritas nasional KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak).

Menteri Kesehatan bersama Gubernur NTB, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima beserta Bupati Bima saat meninjau pekerjaan pembangunan RSUD Kota Bima. Foto: Ist

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari agenda peletakan batu pertama yang sebelumnya dilakukan pada Mei 2025. RSUD Kota Bima sendiri telah rampung secara struktural pada 26 Desember 2025 melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan.

Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah.

Menurutnya, dukungan pendanaan dari pusat menjadi fondasi utama terwujudnya rumah sakit yang representatif dan modern bagi masyarakat.

RSUD Kota Bima dibangun dengan kapasitas 100 tempat tidur melalui skema pembiayaan tahun jamak (multi years). Selain DAK, proyek ini juga mendapat dukungan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Kota Bima sebagai bentuk komitmen daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Saat ini, pembangunan memasuki tahap akhir berupa pekerjaan finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Kontrak pekerjaan ditargetkan selesai Juli 2026, dilanjutkan pemindahan peralatan medis dan persiapan operasional pada Juli–Agustus 2026. Peresmian direncanakan sekitar Agustus 2026 setelah seluruh fasilitas rawat inap rampung.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai berjalan sesuai rencana.

Ia menegaskan penguatan layanan rujukan di daerah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk layanan prioritas KJSU-KIA.

Menkes juga optimistis RSUD Kota Bima berpotensi menjadi pusat rujukan regional bagi wilayah Bima dan sekitarnya. Kementerian Kesehatan, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan standar sarana, alat kesehatan, serta kebutuhan tenaga medis spesialis.

Pemerintah Kota Bima berharap kehadiran RSUD baru ini tidak sekadar menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan progres yang terus berjalan sesuai target, RSUD Kota Bima diharapkan segera beroperasi optimal dan menjadi tonggak baru layanan kesehatan modern dan berstandar nasional di daerah.

*Kahaba-01