Kabar Kota Bima

P3-TGAI Kota Bima Dikebut, Dinas PUPR Turun Monitoring

1
×

P3-TGAI Kota Bima Dikebut, Dinas PUPR Turun Monitoring

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Dinas PUPR bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I terus mengawal pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026 di sejumlah wilayah Kota Bima.

Dinas PUPR saat turun monitoring pekerjaan P3-TGAI di sejumlah wilayah. Foto: Ist

Monitoring dilakukan Tim Teknis Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Bima bersama pihak OP BBWS NT1, konsultan dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Pemantauan dilakukan di 4 lokasi penerima program, untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Bima Imam Baskoro mengatakan, P3-TGAI merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, yang dilaksanakan dengan pendekatan swakelola dan melibatkan masyarakat.

“Program ini melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), Induk P3A (IP3A) maupun kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan,” ujarnya, Kamis 8 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya sambung Imam, masyarakat dilibatkan mulai dari tahap perencanaan hingga pekerjaan di lapangan. Pola tersebut sekaligus mendorong semangat gotong royong dan memberikan manfaat ekonomi melalui pemberdayaan serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia menyebutkan, 4 lokasi yang menjadi sasaran monitoring yakni P3A Kelurahan Rontu dengan penanganan jaringan sepanjang sekitar 300 meter, P3A Sinar Pena Kelurahan Penanae sepanjang sekitar 370 meter, serta P3A So Dewa Mpongi dan P3A Dadi Rade di Kelurahan Ntobo yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

“Keterlibatan pemerintah daerah dalam program ini terutama sebagai fasilitator, koordinator dan pembina. Karena pelaksanaan menggunakan sistem swakelola berbasis masyarakat, Pemkot Bima turut mendukung kelancaran kegiatan melalui monitoring dan evaluasi pekerjaan di lapangan,” jelasnya.

Menurut Imam, keberadaan program P3-TGAI diharapkan dapat mengoptimalkan jaringan irigasi tersier sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan hasil panen masyarakat.

Selain manfaat infrastruktur, pelaksanaan P3-TGAI juga diarahkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan pendapatan.

Pemkot Bima, tambah Imam, berkomitmen terus memfasilitasi dan mengawal usulan pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi melalui program tersebut. Dinas terkait juga akan berkoordinasi dengan kelompok P3A, pemerintah kelurahan dan balai terkait agar setiap usulan dapat dipersiapkan sesuai persyaratan.

“Usulan yang disampaikan perlu dipersiapkan dengan baik dan mengikuti mekanisme verifikasi serta prioritas program yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

*Kahaba-01