Kabupaten Bima

Peringati HAB ke-77, Bupati Bima Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan untuk Indonesia Hebat

493
×

Peringati HAB ke-77, Bupati Bima Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan untuk Indonesia Hebat

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB menyelenggarakan upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-77 yang dipusatkan di lapangan kantor Pemerintahan Kabupaten Bima, Selasa (3/1).

Peringati HAB ke-77, Bupati Bima Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan untuk Indonesia Hebat - Kabar Harian Bima
Foto Bersama Kakanwil Kemenag NTB dan jajaran bersama Bupati Bima saat Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77. Foto: Eric

Tampak hadir Kakanwil Provinsi NTB H Zamrony Azis, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Bima H Dahlan, Sekda Kota Bima H Mukhtar serta seluruh perwakilan Kemenag se-Provinsi NTB.

Peringati HAB ke-77, Bupati Bima Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan untuk Indonesia Hebat - Kabar Harian Bima

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri yang bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Menteri Agama (Menag) RI menyampaikan, peringatan HAB ke-77 tahun ini mengajak kepada seluruh ASN Kemenag untuk memperbaiki niat memberikan pengabdian dan pelayanan kepada umat. Jadikan peringatan HAB ini sekaligus sebagai penanda sejarah panjang pengabdian, dalam melayani seluruh umat beragama di Indonesia.

“Tepat setahun yang lalu pada Peringatan HAB ke-76 Kemenag menggelorakan semangat transformasi layanan umat, dan Alhamdulillah secara bertahap cita-cita bersama itu mulai terwujud dan tampak hasilnya,” ujar Bupati.

Saat ini kata dia, Kemenag telah terlihat berubah. Birokrasinya lebih lincah dan responsif. Transformasi digital mulai berjalan, salah satunya dengan kehadiran “Pusaka Super Apps” yang merupakan aplikasi layanan beragam inovasi digital juga terus digalakkan. Baik mulai pusat hingga daerah, semua itu merupakan upaya meningkatkan kualitas dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, dimana lembaga pendidikan binaan Kemenag juga terus berprestasi, di level nasional maupun internasional.

“Bukti bahwa Kemenag telah berubah, diakui dan diapresiasi oleh jajaran kementerian, lembaga dan publik diganjar lebih dari 22 penghargaan pada tahun 2022 lalu,” katanya.

Melalui peringatan HAB ke-77 telah dicanangkan tagline “Kerukunan Ummat untuk Indonesia Hebat”. Tentu tugas berat mesti ditunaikan oleh seluruh keluarga besar ASN Kemenag, dengan menjaga kerukunan sangat fluktuatif dan dinamis.

Kerukunan ini tentunya mendapat ujian, lebih-lebih menjelang Pemilu 2024. Maka sejatinya kerukunan adalah prasyarat pembangunan nasional, dimana pembangunan membutuhkan stabilitas dan stabilitas dapat terwujud jika antar masyarakat rukun dan damai.

Di tahun politik ini, potensi terjadi ketidakrukunan di masyarakat akibat pilihan politik yang berbeda, tetap saja ada. Politisasi agama makin sering dilakukan untuk meraih efek elektoral. Politisasi tempat ibadah sebagai ajang kampanye, sudah mulai terjadi. Penggunaan politik identitas menjelang Pemilu harus diantisipasi dan dimitigasi, agar kerukunan umat tidak ternodai.

“Kita semua mesti belajar pada apa yang terjadi pada pesta demokrasi sebelumnya, dimana masyarakat terbelah yang hingga kini masih bisa dirasakan, terutama di media sosial,” pungkasnya.

Sebagai wujud menjaga kerukunan umat, keluarga besar Kemenag bersama tokoh agama, tokoh masyarakat harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai. Agar perjalanan dan tahapan Pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya.

Untuk itu, semangat merawat kerukunan umat harus digelorakan seluruh ASN Kemenag, diminta tidak ada ASN yang partisan, apalagi ikut melakukan provokasi di tengah keragaman pilihan. Harus menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan dan yakinlah bahwa kerukunan umat akan mengantarkan pada Indonesia hebat.

“Melalui peringatan HAB ke-77 ini juga mari kita jadikan momentum untuk meningkatkan soliditas organisasi. Kita harus berada dalam satu barisan yang kuat, kokoh, dan terorganisir untuk Kemenag yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Usai pelaksanaan upacara sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian kepada negara, Kemenag tahun ini kembali mengajukan kepada Bapak Presiden untuk memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 10.073 PNS Kemenag.

Permohonan itu telah dikabulkan Bapak Presiden dan pada HAB ke-77 ini diberikan Penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun kepada 936 orang, 20 tahun kepada 2.860 orang, dan 10 tahun kepada 6.277 orang Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama.

*Kahaba-04