Kabar Kota Bima

Tekan Stunting dari Hulu, DPPKB Kota Bima Serahkan Sertifikat Elsimil kepada Calon Pengantin

24
×

Tekan Stunting dari Hulu, DPPKB Kota Bima Serahkan Sertifikat Elsimil kepada Calon Pengantin

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Upaya percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan Pemerintah Kota Bima melalui berbagai program inovatif. Salah satunya yakni menyerahkan Sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) kepada Calon Pengantin (Catin) melalui perwakilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) DPPKB Kota Bima di Gedung Serba Guna, Senin 8 Juni 2026.

DPPKB Kota Bima saat menyerahkan Sertifikat Elsimil pada Calon Pengantin di Kecamatan Raba. Foto: Ist

Kepala DPPKB Kota Bima H Ichwanul Muslimin menjelaskan, program Elsimil merupakan bagian dari intervensi dini yang menyasar pasangan calon pengantin, sebelum memasuki kehidupan rumah tangga dan masa kehamilan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap pasangan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kesehatan yang memadai guna melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

“Elsimil menjadi instrumen penting mendeteksi risiko stunting sejak awal. Melalui aplikasi ini, calon pengantin dapat melakukan skrining kesehatan seperti pemeriksaan status gizi, anemia, hingga faktor risiko lainnya yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak di masa mendatang,” ujarnya.

Selain penyerahan sertifikat sambungnya, para calon pengantin juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pemenuhan gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta pola hidup sehat sebelum dan sesudah menikah.

Mereka juga dibimbing menggunakan aplikasi Elsimil agar mampu memantau kondisi kesehatan secara mandiri, dan mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum merencanakan kehamilan.

Ichwanul mengungkapkan, program tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak calon pengantin mengaku semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, sebelum menikah demi melahirkan anak yang sehat dan berkualitas.

“Melalui Elsimil, para calon pengantin menjadi lebih sadar tentang persiapan yang harus dilakukan sebelum membangun keluarga. Ini menjadi salah satu strategi efektif dalam mencegah stunting dari hulu,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh lapangan, kader TPK hingga partisipasi aktif masyarakat.

*Kahaba-04