Kota Bima, Kahaba.- KONI Kota Bima terus mematangkan persiapan menghadapi Porprov NTB 2026. Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan serius bagi kontingen.
Ketua KONI Kota Bima Alfian Indrawirawan mengungkapkan, meski telah melakukan efisiensi besar-besaran, anggaran sebesar Rp2,5 miliar masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Dengan anggaran yang ada, sebenarnya kami hanya mampu memfasilitasi sekitar 150 atlet secara ideal. Sementara target kami mencapai 400 atlet dan official, itu pun sudah melalui pemangkasan dari rencana awal,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Dari total anggaran tersebut sambungnya, Rp1 miliar dialokasikan untuk pembinaan atlet dan Rp1,5 miliar untuk operasional selama Porprov.
Beban biaya meningkat karena pelaksanaan Porprov 2026 tersebar di sejumlah daerah seperti Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Sumbawa Barat.
“Kondisi ini membuat biaya mobilisasi semakin besar dibanding Porprov sebelumnya yang terpusat,” jelasnya.
Alfian berharap adanya tambahan anggaran melalui APBD Perubahan sebesar Rp1,5 hingga Rp2 miliar guna mendukung pembinaan intensif menjelang pertandingan.
Ia menilai, tambahan anggaran tersebut sangat penting agar target peningkatan prestasi dapat tercapai. Pada Porprov sebelumnya, Kota Bima berada di peringkat ke-7, dan kini ditargetkan mampu menembus 5 besar.
“Kami optimis, meski dengan keterbatasan, Kota Bima bisa naik peringkat,” katanya.
Di sisi lain, Kota Bima sebenarnya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah cabang olahraga biliar. Namun karena keterbatasan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk penyediaan venue dan operasional, rencana tersebut terpaksa dibatalkan.
Dalam waktu dekat tambahnya, jajaran KONI bersama perwakilan cabang olahraga akan menghadap Wali Kota Bima untuk mencari solusi atas keterbatasan anggaran tersebut.
*Kahaba-01














