Mataram, Kahaba.- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB menggelar Orientasi Keanggotaan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dengan tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI”, di Aula Kantor Bank NTB Syariah di Mataram, Kamis 10 September 2026.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Djoko Tetuko A Latif, Kepala Dinas Kominfotik NTB H Ahsanul Khalik, sejumlah kepala Dinas Kominfotik kabupaten dan kota se-NTB, serta ratusan wartawan.
Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan OKK dan UKW menjadi momentum bersejarah bagi PWI NTB, karena kedua kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas wartawan.
“OKK dan UKW diikuti 120 peserta. Sebelumnya, jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 200 orang, namun karena sejumlah keterbatasan, maka jumlahnya pun disesuaikan,” katanya.
Ia mengakui, OKK tidak hanya berkaitan dengan keanggotaan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali mengingat dan memperkuat pemahaman wartawan mengenai profesinya.
“OKK ini penting untuk meneguhkan profesi dan keorganisasian kita. Kita juga perlu merefresh kembali pemahaman tentang UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga semakin memahami tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan di lapangan,” katanya.
Sementara UKW, sambungnya, menjadi catatan tersendiri karena merupakan kegiatan mandiri pertama yang digelar PWI NTB. UKW penting untuk mengukur sekaligus mendorong peningkatan kompetensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
UKW diikuti 54 wartawan yang terbagi dalam tiga jenjang. Sebanyak 18 peserta mengikuti jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama.
“Ini penting digelar untuk mengetahui dan meningkatkan kualitas jurnalis dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan. PWI berkomitmen mencetak anggota yang berkualitas dan berintegritas,” tegasnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas, baik dalam menjalankan profesi maupun dalam berorganisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB H Ahsanul Khalik dalam sambutannya menyoroti besarnya tanggung jawab wartawan dalam mengolah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap profesi memiliki tata kelola dan tata kerja. Dalam profesi jurnalistik, salah satu kekuatan utama wartawan adalah kemampuan mengolah kata untuk menyampaikan informasi dan menghadirkan kebenaran.
“Ketika kita bicara mengenai kemampuan kata untuk menghadirkan kebenaran, kita sedang mempertaruhkan kepercayaan publik,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, tantangan wartawan saat ini semakin kompleks. Selain harus bekerja di bawah tekanan deadline, wartawan juga dihadapkan pada perkembangan teknologi yang begitu cepat dan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi.
Dalam situasi tersebut, Ahsanul mengajak insan pers untuk tetap menjaga marwah profesi dengan mengedepankan etika, akurasi dan tanggung jawab kepada publik.
“Mari kita rawat bersama profesi ini. Negara telah memberikan tempat yang terhormat untuk pers. Pers memiliki fungsi sebagai media edukasi dan kontrol,” katanya.
*Kahaba-01













