Kota Bima, Kahaba.- Anggota Komisi V DPR RI H Mori Hanafi membuka kegiatan serah terima hasil Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu, di Aula Mutmainnah Homestay, Selasa 3 November 2026.

Pada tahun 2026, terdapat 144 titik program P3-TGAI yang tersebar di 3 wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 126 titik merupakan hasil inisiasi dan perjuangan Mori Hanafi.
Mori menyampaikan, P3-TGAI merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok tani. Keunggulan program ini terletak pada keterlibatan kelompok masyarakat sejak proses pengusulan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pemanfaatan hasil pembangunan.
“Ini program dari kita untuk kesejahteraan kelompok masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mori, mekanisme P3-TGAI berbeda dengan sejumlah program pemerintah yang menggunakan pola kontraktual. Dalam program ini, kelompok masyarakat terlibat langsung mengusulkan dan mengerjakan pembangunan saluran irigasi sekaligus menjadi penerima manfaat.
Ia berharap pembangunan saluran irigasi tersier tersebut dapat meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, sehingga produktivitas dan hasil panen petani ikut meningkat.
“Kita berharap program ini bisa meningkatkan hasil produksi petani. Dari satu kali panen, bisa menjadi dua bahkan tiga kali dalam satu tahun. Sehingga berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan kelompok tani,” katanya.
Mori juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan ketersediaan sumber air sejak tahap perencanaan. Sebab, pembangunan infrastruktur irigasi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung aliran air yang memadai.
Dirinya meminta seluruh kelompok penerima manfaat menjaga dan memelihara saluran yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Tolong dijaga dengan baik. Aliran airnya juga harus benar-benar dipikirkan sejak awal, karena program ini tidak mungkin turun dua kali di lokasi yang sama,” pesannya.
Duta Partai NasDem itu menegaskan akan terus memperjuangkan program P3-TGAI selama mendapat amanah sebagai anggota DPR RI. Ia menargetkan program tersebut dapat mendukung pengairan hingga 8.000 hektare lahan pertanian di wilayah Bima dan Dompu.
Untuk tahun 2027, ia juga mengupayakan penambahan alokasi menjadi sekitar 170 titik. Namun, realisasinya tetap bergantung pada ketersediaan program dan hasil pengusulan masyarakat.
“Kalau ada program di satu desa, kemudian masih kurang dan masyarakat meminta tambahan, tentu akan kita prioritaskan. Kita ingin sebaran program ini semakin luas,” bebernya.
Sementara itu, PPK OP SDA III BBWS Nusa Tenggara I, Syamsudin, mengapresiasi aspirasi dan upaya yang diperjuangkan Mori Hanafi untuk wilayah Bima dan Dompu. Jumlah program tahun ini mengalami peningkatan, terutama di Kabupaten Bima.
Syamsudin berharap alokasi P3-TGAI dapat terus bertambah pada tahun mendatang. Termasuk untuk Kota Bima yang pada 2026 memperoleh empat titik kegiatan.
“Untuk Kota Bima baru 4. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih. Kita ingin semakin banyak pekerjaan yang dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan kemakmuran petani,” harapnya.
Syamsudin turut menginformasikan bahwa pendaftaran program P3-TGAI telah dibuka. Karena itu, kelompok masyarakat diharapkan mulai mempersiapkan usulan untuk memperoleh program pada tahun berikutnya.
*Kahaba-04












