Ekonomi dan Bisnis

Bangun Industri Teh Kelor, Kisah Nasrin Menaklukan Keterbatasan

1
×

Bangun Industri Teh Kelor, Kisah Nasrin Menaklukan Keterbatasan

Sebarkan artikel ini

Mataram, Kahaba.- Tidak semua kesuksesan lahir dari modal besar, punya pendidikan yang mentereng, dapat warisan yang luar biasa dari oran tua, atau karena punya jaringan luas dari orang-orang berpengaruh. Namun sebagian orang, kesuksesan juga bisa diraih dari keberanian untuk memulai, meski hanya tamat SMP, bahkan dari modal yang hanya Rp 1,5 juta. Ditambah dengan semangat dan rasa percaya diri yang tidak pernah memudar.

Owner Triutami Jaya Industri Teh Kelor Nusantara Nasrin. Foto: Bin

Demikian yang dialami oleh Nasrin, Owner Triutami Jaya Industri Teh Kelor Nusantara. Dengan segala keterbatasan yang ada, namun tekad yang luar biasa, Nasrin mampu menunjukan siapa dirinya.

Saat dihadirkan oleh panitia pelaksana OKK dan UKW, di Aula Kantor Bank NTB Syariah Mataram, Jumat 11 September 2026, sekitar pukul 13.30 Wita, Nasrin bercerita panjang lebar tentang jalan liku menuju tangga kesuksesannya.

Pria yang lahir di Desa Malaju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu 54 tahun lalu itu mengawali kisahnya dengan memantapkan hati merantau di usia yang relatif muda. Tahun 1998 lalu, Nasrin mengadu nasib di Makassar. Tiba di Kota Daeng itu, dirinya menjadi seorang Sales. Kendati gaji kecil, ia begitu mencintai pekerjaannya.

Berkat ketekunannya, bapak 3 anak ini kemudian dipindahkan ke Surabaya, dan usianya baru menginjak 20 tahun. Di Kota Pahlawan itu, Nasrin bahkan diberi amanah oleh perusahaan untuk menjadi Wakil Direktur Perusahaan.

“Ternyata keterbasan tidak menghalangi mimpi saya, perlahan – lahan saya mulai dipercaya untuk memegang jabatan di perusahaan tersebut,” ujarnya mengenang.

Sejumlah produk Triutami Jaya Industri Teh Kelor Nusantara. Foto: Bin

Berjalannya waktu, tepatnya tahun 1993, Nasrin mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan keluar dari perusahaan dan hijrah ke Lombok, untuk merintis usaha sendiri. Daun kelor pun dipilih untuk diproduksi, karena memiliki begitu banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

“Saya bangun usaha sendiri di Lombok bersama istri. Modal hanya uang Rp 1,5 juta yang tersisa. Di awal merintis usaha sendiri saja, saya dihina, karena hanya tamat SMP. Tapi saya jadikan itu semua jadi semangat dan motivasi,” katanya.

Berkat kegigihannya, usaha yang dirintas tersebut membuahkan hasil. Perusahaan Triutami Jaya Industri Teh Kelor Nusantara akhirnya mendunia. Memiliki 5 produk minuman herbal dari daun kelor, dengan jumlah produksi yang kini berkapasitas 30 ton perbulan.

“Alhamdulillah kami bahkan pernah menerima omzet penjualan dalam sebulan bisa mencapai Rp 5 miliar,” sebut Nasrin.

Kerja keras pria yang hanya lulusan SMP ini telah merubah garis hidupnya. Bahkan telah mewujudkan mimpi kedua orang tuanya untuk menunikan ibadah haji, membuka lapangan kerja, bahkan sukses mengantar 3 orang anaknya yang kini bisa bergelar akademik lebih tinggi darinya.

Perjalanan Nasrin telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk meraih mimpi. Dengan semangat yang kuat, pria yang saat ini menetap di Mataram itu, kini telah membangun indutri teh kelor yang dikenal luas bahkan hingga ke luar negeri, serta mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik.

*Kahaba-01