Tidak Dirawat Dengan Baik, Pasien Covid-19 Ribut di PKM Paruga

Kota Bima, Kahaba.- Pasien Covid-19 sebanyak 25 orang yang dikarantina di PKM Paruga rupanya tidak mendapatkan perawatan kesehatan yang serius dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bima. Pasalnya, selama mereka di karantina mulai tanggal 20 Juli 2020, baru malam tadi ada perawat yang datang memeriksa.

Dengan adanya sikap ketidakpedulian terhadap para pasien yang dikarantina tersebut, kabarnya muncul insiden keributan. Polisi pun mendatangi PKM Paruga untuk memeriksa.

Salah seorang pasien Covid-19 ND mengaku, selama dikarantina tidak ada pemberian perawatan medis pada seluruh pasien Covid-19 di PKM Paruga. Mereka hanya diberikan makanan dan minuman oleh Dikes. Soal pemeriksaan perkembangan kesehatan pasien, tidak pernah dilakukan.

“Baru malam ini tim kesehatan datang periksa kami, itupun hanya sebentar langsung pulang,” ungkapnya pasien yang meminta agar namanya diinisialkan tersebut.

Ditanya mengenai adanya petugas kesehatan yang piket, ND mengaku tidak ada petugas yang piket selama mereka dikarantina. Padahal Tim Gugus Tugas Covid-19 harus memberikan pelayanan kesehatan yang baik untuk pasien.

“Kami di sini terlantar, tidak ada perawatan dan penanganan. Makanya sempat ribut juga pasien-pasien Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dikes Ahmad yang berada di PKM Paruga dan dimintai komentar mengenai tidak adanya penanganan sehingga menimbulkan keributan, tidak ingin berkomentar. Ia menyarankan untuk menghubungi langsung Kepala Dikes Kota Bima.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *