Polisi Olah TKP Pembunuhan Intan, Pelakunya Oknum Dosen

Kota Bima, Kahaba.- Setelah amankan AS (31) warga Desa Maria Kecamatan Wawo, pelaku pembunuhan Intan gadis cantik Warga Lingkungan Sabali Kelurahan Kumbe. Tim Inafis dan anggota Unit Pidum Sat Reskrim Polres Bima Kota menuju lokasi pembunuhan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (5/8). (Baca. Pembunuhan Sadis Terjadi di Jalur Dana Traha Kota Bima)

Polisi saat olah TKP kasus pembunuhan Intan di Dana Traha. Foto: Deno

Proses olah TKP pun menjadi perhatian banyak orang dan membuat jalur Dana Traha macet. Pasalnya olah TKP menggunakan setengah jalan.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Hilmi M Prayugo menyampaikan, di TKP terlihat banyak darah korban yang berceceran dan menemukan pisau yang diduga digunakan pelaku membunuh korban. Pisau tersebut dibuang oleh pelaku di semak-semak yang tidak jauh dari TKP.

“Kami belum pastikan motif dari kasus ini, karena kami belum mengambil keterangan pelaku,” ujarnya.

Olah TKP tersebut kata Kasat, untuk menganalisa kejadian serta mengumpulkan alat bukti guna mengungkap kasus tersebut. Mengenai kasus itu direncanakan atau tidak, pihaknya masih mendalami.

Menurut Kasat, peristiwa itu terjadi saat korban pulang dari pasar dan korban diikuti oleh pelaku. Sesampai di TKP, pelaku menahan korban dan terjadi cek cok.

Karena marah, pelaku langsung mengambil pisau dalam tas dan membacok korban. Setelah membacok korban di TKP, pelaku langsung melarikan diri.

Tim Puma Sat Reskrim Polres Bima Kota yang mengetahui adanya kejadian itu, bertindak dan mencari pelaku yang sebelumnya sudah didapati ciri-cirinya . Tidak lama kemudian, tim Puma pun menangkap pelaku di jalur Soekarno-Hatta.

“Pelaku merupakan oknum dosen, dia membacok korban menggunakan pisau. Sekarang pelaku sudah kami amankan di Polres Bima Kota,” katanya.

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *