Kepala LLDIKTI Paparkan Konsep Kampus Merdeka dan Jurus Jitu untuk MABA

Kota Bima, Kahaba.- Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa berkesempatan memberikan materi pada pelaksanaan PKKMB 2020 STIE Bima secara daring, Sabtu kemarin (19/9). Pada kesempatan itu, materi yang disampaikan terkait konsep Kampus Merdeka dan jurus jitu bagi mahasiswa baru dalam melaksanakan kegiatan akademik.

Ketua STIE Bima didampingi Wakil Ketua STIE Bima saat mendengarkan pemaparan materi secara daring oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII I Nengah Dasi Astawa. Foto: Ist

Prof Dasi menjelaskan bagaimana pelaksanaan konsep kampus merdeka. Beberapa di antaranya, mahasiswa STIE  Bima dapat melaksanakan kuliah tanpa harus monoton pada satu konsentrasi saja. Melainkan dapat mengambil kuliah pada prodi yang berbeda. Tidak hanya di lintas jurusan atau fakultas, tapi dapat dilakukan  antar perguruan tinggi yang berbeda.

“Misal saja, mahasiswa STIE Bima bisa kuliah di Bali atau bahkan di Pulau Jawa. Tidak hanya dalam bentuk kuliah, bisa dalam bentuk magang, penelitian pengabdian atau yang lain,” bebernya.

Namun kata dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika mahasiswa STIE Bima mengirim mahasiswa ke kampus yang berbeda atau pada perusahaan tertentu, pastikan sebelumnya pihak lembaga STIE Bima sudah melakukan kerjasama dengan kampus terkait.

“Namun sebelumnya, harus didahului dengan MoU antara kampus asal dengan pihak terkait yang akan jadi sasaran,” tegasnya.

Beberapa tujuan dari penerapan Kampus Merdeka ini sambung dia, di antaranya adalah meningkatkan daya saing dan kecakapan bagi mahasiswa. Tentu saja muaranya nanti, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi modal dasar untuk berkompetisi dalam dunia kerja maupun bidang lainnya.

“Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing dan kecakapan. Sehingga para calon sarjana sudah dibekali kemampuan dan kecakapan,” paparnya.

Namun sebelum itu, peserta PKKMB 2020 STIE Bima ini harus mampu  menujukkan kualitas diri. Terutama dalam beradaptasi dengan kehidupan kampus.

“Anda semua harus mampu menjadi mahasiswa yang hebas yang memiliki prinsip dari Zero menjadi Hero, dari nothing menjadi something dan dari minimum menjadi maksimum,” pesan pria yang dikenal sangat ramah ini.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dasi merasa sangat bangga dengan STIE Bima. Hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya infrastruktur di STIE Bima sudah luar biasa. Karena dia yakin, pengelolaan manajemen STIE Bima dilakukan secara profesionan.

“Saya sering ke STIE Bima, saya merasa bangga terhadap STIE Bima. Saya rasa STIE Bima sejajar dengan kampus-kampus hebat lain,” pujinya.

Kehadiran Prof Dasi via zoom tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Sejumlah mahasiswa perwakilan kelompok mengajukan beberapa pertanyaan kepada. Tentu saja dijawab dengan sigap oleh Prof Dasi.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *