Kabar Kota Bima

Bima dan Dompu Berada dalam Masa Transisi Musim Hujan ke Kemarau

470
×

Bima dan Dompu Berada dalam Masa Transisi Musim Hujan ke Kemarau

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- BMKG Bima memaparkan informasi cuaca terkini dan beberapa hari ke depan, saat menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pasca banjir, di Kantor BPBD Kota Bima, Senin malam 6 Maret 2023.

Bima dan Dompu Berada dalam Masa Transisi Musim Hujan ke Kemarau - Kabar Harian Bima
Rapat koordinasi dan evaluasi penanganan darurat bencana Pemerintah Kota Bima bersama BNPB. Foto: Bin

Kepala BMKG Bima Topan Primadi menjelaskan, saat pertemuan tersebut, juga dibahas salah satu langkah BMKG yang merespon adanya kejadian bencana hidrometeorologi, yaitu bencana banjir yang terjadi di wilayah Kota Bima pada tanggal 5 Maret 2023, dan menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat yang terdampak.

Bima dan Dompu Berada dalam Masa Transisi Musim Hujan ke Kemarau - Kabar Harian Bima

“Dalam pertemuan itu, BMKG bersama BPBD Bima juga membahas terkait SK Tanggap Bencana Dampak Banjir yang terjadi di Kota Bima,” katanya, Selasa 7 Maret 2023.

BMKG Bima juga memberikan penjelasan kepada perwakilan BNPB, Sekda Kota Bima dan pejabat terkait tentang diseminasi informasi cuaca ekstrem yang telah dikeluarkan, sebelum terjadinya bencana Banjir di Kota Bima tanggal 5 April 2023.

“Disemisasi informasi cuaca ekstrem tersebut telah disebarkan melalui kanal media Sosial,” tuturnya.

Selain itu sambung Topan, BMKG Bima memberikan pemaparan dan informasi bahwa pada saat ini, wilayah Bima dan Dompu berada dalam masa transisi dari musim hujan 2022/2023 ke musim kemarau 2023, yang berlangsung pada maret hingga April 2023.

“Selama periode transisi kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bima dan Dompu dan dipredikasi terjadi hingga tanggal 9 Maret 2023,” ungkapnya.

Pada tanggal 10 Maret hingga april 2023, curah hujan dipredikasi akan menurun, seiring dengan masuknya awal musim kemarau di wilayah Bima dan Dompu pada bulan April 2023.

Meskipun periode transisi itu cukup singkat, namun sering terjadi cuaca signifikan berupa peningkatan pertumbuhan awan yang mengakibatkan curah hujan tinggi, sehingga memicu adanya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang/angin puting beliung.

“Hasil rapat kordinasi tersebut diputuskan bahwa berdasarkan pertimbangan dari informasi berupa analisa dan prediksi cuaca yang telah diberikan oleh BMKG Bima, tanggap darurat bencana banjir di Kota Bima diperpanjang hingga 1 Minggu ke depan yaitu tanggal 9 Maret 2023,” terang Topan.

Berdasarkan hasil keputusan tersebut, peran dari BMKG adalah sangat penting dalam penetapan keputusan perpanjangan status tanggap darurat bencana banjir di wilayah Kota Bima.

Informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG Bima menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan terutama dalam tanggap bencana banjir di wilayah Kota Bima. BMKG Bima mendukung penuh upaya penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Bima dan Dompu berupa memberikan pelayanan informasi cuaca ekstrem yang tepat sehingga resiko bencana dapat diminimalisir.

“Kami juga berharap kepada masyarakat untuk terus waspada dan tetap memantau informasi cuaca dari BMKG Bima,” tambahnya.

*Kahaba-01