Kota Bima, Kahaba.- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima memetakan sebanyak 1.952 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.604 jiwa berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah menyiapkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak dengan melibatkan sejumlah instansi.
Kepala BPBD Kota Bima A Faruk mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan, wilayah rawan kekeringan tersebar di 5 kecamatan dan 14 kelurahan. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Kelurahan Tanjung, Paruga, Pane, Penanae, Jatibaru, Manggemaci, Sambinae, Panggi, Monggonao, Melayu, Jatiwangi, Kodo, Kendo, Rontu, serta beberapa lingkungan lainnya.
“Data ini menjadi dasar pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi, terutama penyediaan bantuan air bersih apabila kondisi kekeringan semakin meluas,” ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.
Faruk menjelaskan, BPBD telah mengajukan bantuan armada distribusi air bersih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS), mengingat armada tangki milik BPBD saat ini mengalami kerusakan.
Selain BWS, distribusi air bersih nantinya juga akan melibatkan Bank BPD NTB, Brimob, Dinas Sosial, serta Bagian Umum Setda Kota Bima yang memiliki armada tangki air.
Meski demikian, ia menyebut kondisi kekeringan tahun ini cenderung lebih baik dibanding sebelumnya. Hal itu tidak terlepas dari mulai beroperasinya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Dara, Jatiwangi, dan Ule yang telah membantu memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.
“Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih, dan segera melapor apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga bantuan bisa segera disalurkan,” pungkasnya.
*Kahaba-01













