Kota Bima, Kahaba.- Aliansi Bima Beradab (ABB) mendeklarasikan gerakan anti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Lapangan Serasuba, Sabtu malam 11 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan warga yang menyatakan dukungan terhadap gerakan tersebut.
Deklarasi diawali dengan penyampaian orasi dan pembacaan pernyataan sikap. Saat aksi itu, peserta menyampaikan pandangan mereka yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan adat istiadat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bima.
Koordinator aksi Raisul Amin Loamena mengatakan, gerakan tersebut bertujuan mendorong upaya pencegahan terhadap normalisasi perilaku, yang menurut mereka bertentangan dengan nilai agama dan budaya lokal, sekaligus memperkuat perlindungan generasi muda melalui pendidikan moral dan keagamaan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda serta memperkuat nilai-nilai agama, budaya, dan karakter masyarakat Bima,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikapnya, ABB menyerukan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima agar mempertimbangkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda), terkait isu LGBT sebagai dasar kebijakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, ABB mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan pengawasan terhadap anak, serta tidak menormalisasi konten yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan budaya.
Mereka juga mengimbau para ulama, guru, tokoh masyarakat, organisasi Islam, dan perguruan tinggi agar terus menanamkan nilai-nilai keislaman, sejarah, dan falsafah Maja Labo Dahu kepada generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter.
ABB juga mengajak para kreator konten di Bima dan Dompu untuk lebih selektif dalam membuat maupun menyebarluaskan konten di media sosial, agar tidak memuat hal-hal yang dinilai bertentangan dengan norma agama dan budaya masyarakat.
*Kahaba-04













