Kabupaten Bima

Maut Kapal Bocor di Sangiang, ABK Meninggal Saat Kembali Ambil HP

37
×

Maut Kapal Bocor di Sangiang, ABK Meninggal Saat Kembali Ambil HP

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peristiwa tragis terjadi di perairan Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, setelah seorang awak kapal dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat kapal yang ditumpanginya mengalami kebocoran.

Kapal bocor yang menewaskan ABK. Foto: Ist

Korban diketahui bernama Farid Sukardin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu 1 April 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, di sekitar dermaga Desa Sangiang.

Kapolsek Wera IPDA Muhaimin Mulawarman mengungkapkan, personel kepolisian bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya korban tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat Perahu Motor Dian Laili Putri berlabuh di perairan Desa Sangiang, Minggu 29 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 Wita. Kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 50 ton garam yang rencananya akan dikirim ke Sulawesi.

“Setelah kapal bersandar, kapten kapal bersama sejumlah awak kapal turun ke darat untuk beristirahat sekaligus melakukan persiapan keberangkatan,” ungkapnya.

Kemudian Selasa malam 31 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 Wita sambungnya, korban kembali ke atas kapal menggunakan sampan dengan tujuan menjaga perahu. Beberapa ABK lainnya juga menyusul, namun rencana keberangkatan akhirnya ditunda karena kondisi kapten kapal yang kurang sehat.

Sekitar pukul 04.00 Wita, korban bersama rekan-rekannya mengetahui bahwa kapal mengalami kebocoran di bagian dasar. Menyadari situasi berbahaya, mereka berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari kamar kapal.

Namun nahas, sekitar pukul 05.40 Wita, korban diduga kembali masuk ke dalam kamar kapal yang mulai terisi air untuk mengambil telepon genggam miliknya yang tertinggal.

“Saat berada di dalam, korban diduga terjebak akibat derasnya air laut yang masuk ke dalam kamar kapal, hingga akhirnya tenggelam bersama perahu,” terang Kapolsek.

Warga setempat yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan pertolongan dengan menyelam menggunakan kompresor. Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Tewo, Desa Sangiang, dengan cara ditandu oleh warga.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah terjebak di dalam kamar kapal yang tenggelam,” tambahnya.

Kapolsek Wera mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan awak kapal, agar lebih memperhatikan kondisi kapal sebelum berlayar serta selalu mengutamakan keselamatan saat berada di laut.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pastikan kondisi kapal benar-benar aman agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

*Kahaba-01