Kabar Kota Bima

PKM Paruga Launching 4 Inovasi, Optimis Masuk Top 45 Nasional

1052
×

PKM Paruga Launching 4 Inovasi, Optimis Masuk Top 45 Nasional

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Terus mengembangkan program untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat, Puskesmas (PKM) Paruga Kecamatan Rasanae Barat meluncurkan program inovasi.

PKM Paruga Launching 4 Inovasi, Optimis Masuk Top 45 Nasional - Kabar Harian Bima
Kepala Puskesmas Paruga Hj Nurahdiah saat memberikan sambutan kegiatan Launching program Inovasi. Foto: Ist

Acara yang dihelat di Aula Kantor PKM setempat, Rabu 9 Agustus 2023 itu dihadiri Walikota Bima HM Lutfi serta perwakilan pejabat OPD, Lurah dan tenaga kesehatan.

PKM Paruga Launching 4 Inovasi, Optimis Masuk Top 45 Nasional - Kabar Harian Bima

Kepala PKM Paruga Hj Nurahdiah menyampaikan, dalam menjalankan tugas pihaknya senantiasa intens menjalin komunikasi dengan lintas sektor dan stakeholder lain. Guna membahas segala kebutuhan dan harapan masyarakat, terhadap pelayanan kesehatan yang diinginkan. Sehingga terbangun sinergitas dalam memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat, untuk mencapai derajat kesehatan yang tepat dan terarah.

“Harapan ke depannya, kami bisa memberikan pelayanan yang profesional, bermutu dan terjangkau masyarakat,” ujarnya.

Adapun 4 inovasi yang diluncurkan kata Nurahdiah masing-masing Donor Buah, Remaja Sehat tanpa Rokok, Narkoba dan Inveksi Menular Seksual (Rehat Tanpa Rona), kemudian Manajemen Terpadu, Penanganan Stunting di Puskesmas (Madu Penting Mas) serta Gerakan Cegah Pre Eklamsia atau Keracunan Kehamilan (Gercep).

Sebagai Kepala PKM Paruga, dirinya sangat mendukung inovasi ini. Donor buah itu agar masyarakat membiasakan makanan sehat dengan gizi seimbang, dengan buah lokal yang murah dan mudah didapat.

Kemudian Remaja sehat tanpa rokok, narkoba dan penyakit menular seksual (REHAT TANPA RONA dan PMS), lalu Manajemen terpadu penanganan stunting di puskesmaa (MADU PENTING MAS), untuk menekan angka stunting di wilayah PKN Paruga khususnya, dan Kota Bima pada umumnya.

Kemudian ada Gerakan Cegah Pre Eklamsia atau disebut keracunan kehamilan (GERCEP), agar menekan angka kematian ibu, karena pre eklamsia di tahun 2022 ada 2 orang.

Kegiatan launching ini sambungnya, merupakan bentuk persiapan kantor pelayanan kesehatan tersebut untuk menghadapi re-akreditasi dan penilaian pelayanan publik pada bulan September mendatang.

“Sekaligus meminta doa serta dukungan kepala daerah dan seluruh stakeholder, agar inovasi tersebut bisa masuk dalam kategori top 45 tingkat nasional,” harapnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bima HM Lutfi mengapresiasi sekaligus memberikan dukungan pada pegawai PKM Paruga yang telah memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki kemudian dituangkan dalam sebuah inovasi.

“Saya ingin inovasi tidak sampai disini saja, tapi harus terus dikembangkan. Sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat terutama dalam penurunan angka stunting,” inginnya.

Guna mewujudkan Kota Bima Bebas Stunting Lutfi ingin seluruh instansi terutama Dinas Kesehatan (Dikes) berserta jajarannya, dalam penanganan stunting harus terpadu dan terarah. Instens turun ke lapangan dengan mendeteksi lebih dini potensi stunting, kemudian melakukan pemetaan sesuai data untuk diprioritaskan dalam penanganan stunting.

Petugas harus cek langsung sesuai by name by address, sehingga penanganan stunting bisa lebih tepat dan terarah. Dengan demikian angka stunting bisa ditekan dan bahkan Kota Bima bisa bebas dari stunting

“Inovasi yang dilakukan oleh jajaran PKM Paruga juga bisa menjadi contoh buat kepala PKM yang lain,” tambahnya.

*Kahaba-04