Kota Bima, Kahaba.- Selain membahas kesiapsiagaan menjelang Idul Fitri, rapat koordinasi Pemerintah Kota Bima, Kamis 12 Maret 2026, juga menyoroti sejumlah agenda penting lainnya, mulai dari sensus ekonomi, penanganan penyakit campak, hingga penguatan pengelolaan sampah.
Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin menegaskan peran strategis para lurah sebagai garda terdepan pemerintah, dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah penanganan kondisi luar biasa (KLB) penyakit campak yang perlu segera diatasi melalui peningkatan imunisasi pada anak.
Wali Kota meminta para lurah untuk aktif mengoordinasikan dan mengimbau masyarakat agar bayi berusia 9 bulan hingga 59 bulan segera mendapatkan imunisasi campak.
“Lurah diharapkan dapat mengoordinasikan masyarakat yang memiliki bayi usia 9 sampai 59 bulan agar segera melaksanakan imunisasi campak, sehingga kondisi luar biasa ini dapat diminimalisir,” ujarnya.
Selain itu, para lurah juga diminta mendukung pelaksanaan sensus ekonomi, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menangani persoalan sosial di wilayah masing-masing, termasuk laporan masyarakat terkait kerusakan jalan maupun potensi kerawanan kecelakaan.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengingatkan seluruh kepala OPD untuk menindaklanjuti kontrak kinerja yang telah ditandatangani, dengan menyusun Rencana Aksi (Renaksi) yang memuat target kinerja bulanan yang jelas dan terukur.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan menambahkan, pemerintah daerah juga sedang mendorong perubahan budaya masyarakat melalui program Ramah DLH, terutama dalam hal memilah sampah sejak dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menindaklanjuti 10 rekomendasi Menteri Lingkungan Hidup terhadap penilaian kinerja pengelolaan sampah Kota Bima tahun 2025.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah ke depan akan menghadapi tantangan ekonomi global, termasuk dampak kelangkaan minyak dunia.
“Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus memperkuat kolaborasi agar program pembangunan tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
*Kahaba-01













