Kabar Kota Bima

Rencana Strategis, Tracking Mangrove dan Pariwisata Bahari di Kota Bima Melalui Kolaborasi dengan KKP

2027
×

Rencana Strategis, Tracking Mangrove dan Pariwisata Bahari di Kota Bima Melalui Kolaborasi dengan KKP

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Pj Wali Kota Bima HM Rum silaturahmi dengan perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Senin, 12 Februari 2024, di Ruang Wali Kota Bima. Pertemuan ini bertujuan membahas progres pengurusan permohonan rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI terkait rencana pembangunan Tracking Mangrove di kawasan wisata Amahami dan obyek wisata Lawata.

Rencana Strategis, Tracking Mangrove dan Pariwisata Bahari di Kota Bima Melalui Kolaborasi dengan KKP - Kabar Harian Bima
Rencana desain Tracking Mangrove di Amahami. Foto: Ist

Perencana Ahli Madya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Munawar mengatakan, KKP memiliki berbagai program unggulan yang dapat diadopsi oleh daerah, dengan sumber pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ini menunjukkan kerjasama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan, serta potensi pengembangan pariwisata bahari di Kota Bima.

Dirinya juga menginformasikan, terdapat 5 kebijakan KKP berbasis Ekonomi Biru, yaitu perluasan kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pembangunan budidaya laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, dan yang terakhir adalah Pembersihan sampah plastik melalui gerakan partisipasi nelayan atau bulan cinta laut.

Rencana Strategis, Tracking Mangrove dan Pariwisata Bahari di Kota Bima Melalui Kolaborasi dengan KKP - Kabar Harian Bima
Foto bersama Pj Wali Kota Bima dan jajaran bersama perwakilan KKP RI. Foto: Ist

“Beberapa derivasi program unggulan KKP RI Tahun 2024 meliputi peningkatan produksi perikanan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan melalui pengembangan budidaya ikan, peningkatan kualitas pakan, serta pemberdayaan nelayan dan petani ikan,” ungkapnya.

Prioritas derivasi program selanjutnya adalah Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dengan fokus pada pengelolaan yang berkelanjutan dari sumber daya kelautan dan perikanan, termasuk pengawasan penangkapan ikan yang ilegal dan pembinaan terhadap wilayah konservasi laut.

Munawar juga menjelaskan bahwa KKP RI juga memiliki program Pemberdayaan Ekonomi Kelautan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan melalui pengembangan usaha perikanan skala kecil dan menengah, serta pembinaan koperasi dan kelompok usaha bersama.

Rencana Strategis, Tracking Mangrove dan Pariwisata Bahari di Kota Bima Melalui Kolaborasi dengan KKP - Kabar Harian Bima
Rencana desain Tracking Mangrove di Amahami. Foto: Ist

Menutup keterangannya Munawar mengungkapkan bahwa KKP juga sedang melakukan Pengembangan Pariwisata Bahari dengan cara menggalakkan pengembangan destinasi pariwisata bahari untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk promosi obyek wisata bahari dan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Terakhir adalah program Konservasi Ekosistem Laut guna melindungi dan memulihkan ekosistem laut serta habitat penting seperti terumbu karang, mangrove, dan padang lamun melalui program konservasi dan restorasi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Rencana Strategis, Tracking Mangrove dan Pariwisata Bahari di Kota Bima Melalui Kolaborasi dengan KKP - Kabar Harian Bima
Rencana desain Tracking Mangrove di Amahami. Foto: Ist

Di tempat yang sama, Pj Wali Kota Bima HM Rum menyambut baik adanya berbagai program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dirinya berkomitmen untuk menyusun strategi kebijakan yang linear dengan arah kebijakan kementerian, guna memacu percepatan pembangunan di Kota Bima yang bermuara pada terwujudnya masyarakat Kota Bima yang sejahtera dan berdaya saing tinggi.

“Kani meminta kepada KKP untuk memberikan dukungan dalam berbagai program Pemerintah Kota Bima, guna mempercepat pembangunan bahari di wilayah tersebut agar dapat menyamai kota-kota lain di Indonesia,” tambahnya.

*Kahaba-01