Kabar Kota Bima

86 Warga Kota Bima Digigit Hewan Penular Rabies, Satu Korban Meninggal Dunia

2
×

86 Warga Kota Bima Digigit Hewan Penular Rabies, Satu Korban Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima mencatat 86 kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat rabies.

Ilustrasi

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) Dinkes Kota Bima Muhammad Ikbal mengatakan, munculnya korban meninggal menjadi peringatan untuk masyarakat agar lebih waspada, dan tidak mengabaikan gigitan hewan penular rabies.

“Kasus gigitan paling banyak terjadi di area persawahan, lapangan terbuka, serta lingkungan permukiman. Masyarakat harus segera melapor jika mengalami gigitan hewan yang diduga membawa rabies,” ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Ikbal, kasus gigitan tercatat terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Penaraga, Jatibaru, Kodo, dan beberapa kelurahan lainnya.

Ia mengingatkan, gigitan maupun cakaran hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak yang fatal apabila tidak segera ditangani.

Langkah pertama yang harus dilakukan korban adalah segera mencuci luka menggunakan sabun di bawah air mengalir selama sedikitnya 15 menit.

Setelah itu, korban harus segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan dan pengendalian terhadap hewan-hewan liar yang diduga terinfeksi rabies.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan kasus gigitan maupun hewan yang menunjukkan gejala rabies,” tambahnya.

*Kahaba-04