Kabupaten Bima

STIKES Yahya Bima Simulasi Tanggap dan Siaga Bencana

1466
×

STIKES Yahya Bima Simulasi Tanggap dan Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yahya Bima bekerjasama dengan Basarnas Bima menggelar kegiatan simulasi tanggap darurat bencana di Desa Panda Kecamatan Palibelo, Selasa (29/11).

STIKES Yahya Bima Simulasi Tanggap dan Siaga Bencana - Kabar Harian Bima
Mahasiswa STIKES Yahya Bima bersama Basarnas foto bersama usai simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi. Foto: Ist

Dosen penanggungjawab mata kuliah Ayu Wahyuni Lestari menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kesiapan STIKES Yahya Bima dalam melakukan tanggap darurat bencana di wilayah Bima. Di antaranya adalah simulasi terkait darurat bencana gempa bumi, karena mengingat akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang terjadi di Indonesia.

STIKES Yahya Bima Simulasi Tanggap dan Siaga Bencana - Kabar Harian Bima

“Kami berharap dengan adanya simulasi ini dapat meningkatkan kesadaran pada masyarakat, khususnya perguruan tinggi tentang fungsi dan tugas setiap sektor saat terjadi bencana,” jelasnya.

Menurut Ayu, bencana merupakan kejadian yang terjadi secara tiba-tiba yang berdampak kerusakan dan kerugian sangat besar, sehingga untuk mengurangi dampak tersebut pentingnya tiap instansi mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu kejadian bencana terjadi.

“Melalui simulasi ini maka seluruh instansi dan stakeholder sudah siap dan paham akan fungsi tentang kebencanaan. Bahkan kami mentikberatkan bahwa penanggulangan bencana bukan saja tugas instansi pemerintah seperti BPBD ataupun Basarnas, tetapi menjadi tugas bersama lintas sektor,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman serta ketrampilan dalam pengelolaan manajemen bencana. Baik saat evakuasi korban di lapangan, serta memberikan layanan kesehatan medis.

“Kegiatan ini juga meliputi sosialisasi dan edukasi kebencanaan. Kemudian ada pembagian tim evakuasi korban dan rumah sakit lapangan, lalu ada trauma healing pengungsi, dan pemenuhan kebutuhan nutrisi dapur umum. Sehingga penanganan terhadap korban bencana, bisa dilakukan secara tepat dan efektif,” tambahnya.

*Kahaba-04