Bis VS Motor, Tangan Korban Mungkin Diamputasi

Kota Bima, Kahaba.– Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) antara bis Surabaya Indah bernomor polisi EA 7308 S dan sebuah sepeda motor kembali terjadi, Minggu (29/12) sore di jalan negara kawasan niu Kelurahan Dara atau sekitar 50 meter sebelum memasuki perbatasan Kota Bima.

Bis Surabaya Indah yang diamankan di kantor Satlantas Polres Bima Kota. Foto: AGUS

Bis Surabaya Indah yang diamankan di kantor Satlantas Polres Bima Kota. Foto: AGUS

Kasat Lantas Polres Bima Kota, IPTU Herman menjelaskan, kecelakaan terjadi saat bis hendak melambung motor yang dikendarai Nurfadilah (17) yang membonceng Suci Aryani (16). Motor itu pun terserempet bodi bis dan  akhirnya kedua gadis warga Kelurahan Nae Kota Bima yang mengendarai motor jenis Vario Techno bernomor polisi EA 3212 SF pun terjatuh. Nurfadilah hanya mengalami luka ringan dan lecet di bagian punggung sedangkan Suci mengalami luka parah, pipi dan lututnya lecet sedangkan tangan kanannya mungkin akan diamputasi lantaran daging di bagian lengannya terkelupas.

“Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Bima, sedangkan supir bis Surabaya Indah, M. Said (50)  langsung membawa bisnya mengamankan diri di Polres Bima,” ungkap Herman di ruangannya, Senin (30/12).

Ia menambahkan, rencananya, bis Surabaya Indah tersebut akan mengantar pulang rombongan peserta asal Lombok Barat yang mengikuti kegiatan Jambore Daerah di Kecamatan Wawo untuk kembali pulang. Namun, para peserta tersebut terpaksa dialihkan dengan meggunakan bis yang lainnya.

Saat ini, Said, supir asal Kabupaten sumbawa itu masih diamankan di Polres Bima Kota bersama bis  dan motor korban.

“Tiga orang saksi telah diambil keterangannya. Bila ditemukan dari hasil penyelidikan adanya kelalaian yang terjadi, supir bis surabaya indah itu bisa ditahan,” tutur Herman mengakhiri.

*AGUS

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *