ISWARA Gelar Sunatan Massal

Kota Bima, Kahaba.- 132 anak yatim dan kurang mampu dari lima Kecamatan di Kota Bima, mengikuti kegiatan sunatan yang diselenggarakan organisasi Isteri Wakil Rakyat (ISWARA) Kota Bima. Kegiatan tersebut yang bekerjasama dengan Dikes Kota Bima.

Proses Sunatan Massal disaksikan Ketua DPRD Kota Bima dan Istri. Foto: Bin

Proses Sunatan Massal disaksikan Ketua DPRD Kota Bima dan Istri. Foto: Bin

Ketua ISWARA Kota Bima, Jumriah Fery Sofian dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan lain yang telah dilaksanakan, seperti kegiatan keagamaan, majelis ta’lim keliling, memberikan bantuan Iqra dan Al-Qur’an.

“Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi bersama masyarakat yang kurang mampu, selain itu juga untuk mendekatkan anggota dewan dan isteri dengan masyarakat,” ujar, Kamis (29/10).

Jumriah mengakui, ISWARA sesungguhnya sudah ada sejak masa jabatan anggota DPRD Kota Bima, akan tetapi keberadaannya belum begitu dikenal luas oleh masyarakat. Namun baru pada masa jabatan yang sekarang, baru dapat mendorong eksistensinya ditengah masyarakat.

“Kami ada untuk berbagi pengalaman antara anggota ISWARA, sehingga dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar. Keberadaannya juga untuk memberikan dukungan bagi suami dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofian mendukung penuh seluruh program kegiatan yang ISWARA Kota Bima, karena sangat membantu tugas suami dalam menyerap berbagai aspirasi masyarakat.

“Setiap mengambil kebijakan, Iswara selalu memberikan ide dan pandangan kepada kami selaku wakil rakyat. Yang semuanya untuk membangun masyarakat Kota Bima, yang sejahtera, aman dan religius,” tandasnya.

Usai acara seremoni, Dikes Kota Bima menurunkan tenaga medis untuk melaksanakan sunatan massal.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *