Bantuan Bibit Jagung Busuk, Petani tak Mau Tanam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Petani asal Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima memilih untuk tidak menanam bibit jagung sebanyak 500 Kg. Bibit jagung bantuan pemerintah Kabupaten Bima itu dibuang karena bibit dalam kemasan yang diserahkan pihak KUPT Soromandi beberapa waktu lalu busuk.

Bantuan bibit jagung yang busuk. Foto: Noval

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Bajo Andika mengungkapkan, awalnya petani merasa senang menerima bibit jagung gratis dari pemerintah. Tapi setelah kemasannya dibuka, ternyata bibit itu busuk dan tidak layak tanam.

“Kalau bibitnya rusak bagaimana petani bisa tanam,” ungkapnya, Rabu (14/12).

Bibit jagung dengan total 500 Kg yang diberikan itu lanjut Andika, dibagikan kepada satu kelompok berjumlah 40 orang. Satu orang, masing-masing mendapatkan 10 Kg.

“Lebih baik kami tidak tanam bibit yang busuk itu, daripada kami nantinya rugi,” ujarnya.

Andika berharap, pemerintah bisa mencarikan solusi. Mengganti bibit jagung yang busuk itu dengan bibit yang memenuhi standar dan layak ditanam.

“Kalau bantu petani jangan setengah-setengah gini. Kasihan petani yang sudah capek-capek di ladang,” kesalnya.

Sementara itu, KUPT Pertanian Soromandi Muhtar membantah jika membagikan bibit busuk pada kelompok di Desa Bajo. Ia mengelaim semua bibit yang diberikan berkualitas. Tidak ada yang busuk.

Namun katanya, dengan adanya informasi ini pihaknya akan mendatangi kelompok tani di Bajo untuk mengecek secara langsung.

“Kami akan datangi dulu kelompoknya, kalaupun bibit itu busuk kami segera laporkan ke Dinas,” janjinya.

*Kahaba-02

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *