Kabupaten Bima

Bupati Bima Temui Panglima Korps Marinir, Bahas Rencana Kehadiran Batalyon Marinir di Bima

2
×

Bupati Bima Temui Panglima Korps Marinir, Bahas Rencana Kehadiran Batalyon Marinir di Bima

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Ady Mahyudi bertemu Panglima Korps Marinir (Pangkormar) TNI Angkatan Laut RI Endi Supardi, Rabu 18 Februari 2026, di ruang kerja Pangkormar, Jakarta.

Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Panglima Korps Marinir (Pangkormar) TNI Angkatan Laut RI Endi Supardi. Foto: Ist

Dalam pertemuan tersebut, Pangkormar ke-26 yang didampingi para perwira tinggi Korps Marinir menyambut baik kunjungan Bupati Bima beserta rombongan.

Agenda utama pertemuan membahas penjajakan peluang dan langkah awal merintis kehadiran satuan Batalyon Marinir di wilayah Kabupaten Bima.

Pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Bima dan Korps Marinir TNI AL, dalam melihat kemungkinan strategis pembentukan satuan Marinir di wilayah Bima, sebagai bagian dari penguatan pertahanan sekaligus pengembangan potensi daerah.

Bupati Ady Mahyudi menjelaskan, Kabupaten Bima memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 446 kilometer, dengan 13 kecamatan dan 64 desa pesisir. Kondisi geografis tersebut menjadikan Bima sebagai wilayah strategis sekaligus kaya sumber daya hayati laut.

“Dengan garis pantai yang panjang dan potensi kelautan yang besar, kehadiran batalyon Marinir sebagai garda terdepan pertahanan negara di wilayah pesisir dan laut tentu memiliki arti penting,” ujar Bupati.

Menurutnya, satuan Marinir tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang andal dalam menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga dapat dilibatkan dalam operasi kemanusiaan serta penanganan bencana alam di kawasan pesisir.

“Kehadiran Marinir nantinya bukan hanya memperkuat aspek pertahanan, tetapi juga sangat membantu masyarakat dalam situasi darurat, termasuk penanganan bencana dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” tambahnya.

Lebih jauh, Bupati menilai keberadaan batalyon Marinir di Bima juga berpotensi mendorong percepatan pembangunan ekonomi maritim. Stabilitas keamanan di wilayah pesisir diyakini akan memberi dampak positif terhadap investasi sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari.

*Kahaba-01